Posts

Showing posts with the label Mr. Right

Perjalanan

Perjalanan menyimpan rahasia-rahasia. Di perjalanan akan terkenang kesedihan-kesedihan. Akan teringat kebahagiaan-kebahagiaan. Akan ditemui impian-impian. Sementara rumah menyimpan kelegaan. Perjalanan kali ini banyak melintas tentangmu. Mungkin karena kamu memiliki semua itu dalam perjalananku. Kesedihan, kebahagiaan, dan impian. Lalu aku memilih memeluknya untuk segera pulang.

lelaki oktober

Tentangmu aku sanggup merangkai aksara, tapi ketika oktober datang, aksaraku hanya sampai pada satu kata. Rindu. Pada oktober kau buat jutaan kenangan. Bagaimana aku akan berhenti mengenang jika jutaan itu baru aku lalui di oktober yang ke-13 kali ini. Aku rindu untuk ke sekian kali, meski tak pernah aku bisikkan ke telingamu, aku rasa kamu tau tentang itu. Kamu selalu tau, meski di depanmu aku mengelak. Untuk lelaki oktoberku, yang membuatku jatuh cinta pertama kali dan berk ali-kali. Aku rindu, sungguh rindu... ~ Adakah rindumu untukku?

Tuhan Maha Romantis ~ henoviqbal, OST Novel Tuhan Maha Romantis

Image
ku bicara pada udara yang tak pernah pahami rasa rindu setengah mati mendera hati ku bicara pada bulan purnama yang tak pernah selalu ada seperti dirimu, yang jauh dariku kini semua tlah usai jarak telah luruh rindu telah kita sulam menjadi temu Tuhan-lah yang Maha Romantis tuliskan kisah fantastis pertemukan kita, lalu bersemilah cinta Tuhan-lah yang Maha Romantis tuliskan kisah fantastis menyatukan gambar kita, dalam bingkai yang apa adanya ku bicara pada bulan purnama yang tak pernah selalu ada seperti dirimu, yang jauh dariku kini semua tlah usai jarak telah luruh rindu telah kita sulam menjadi temu Tuhan-lah yang Maha Romantis tuliskan kisah fantastis pertemukan kita, lalu bersemilah cinta Tuhan-lah yang Maha Romantis tuliskan kisah fantastis menyatukan gambar kita, dalam bingkai yang apa adanya ketika ekspresi rindu adalah do’a semua cinta adalah jalan surga Tuhan-lah yang Maha Romantis tuliskan kisah fantastis pertemukan kita, lalu bersemilah cin...

Melepaskan. Dilepaskan (2)

Aku mencintaimu sejak dulu. Sejak remah roti pertama di ujung koridor kelas. Aku mencintaimu sejak dulu. Sejak malam dengan api unggun di rerumputan hijau halaman sekolah. Aku mencintaimu sejak dulu. Sejak hujan merapal harum aspal sepanjang perjalanan pulang. Sejak itulah aku mencintaimu. Dalam diam berkepanjangan. Dalam doa tak berkesudahan. Hari ini cinta itu masih sama. Bahkan mungkin semakin meninggi menembus mimpi. Tapi hari ini aku ingin mencintaimu lebih. Sejak pertama aku mencintaimu, aku hanya belajar tentang diam. Aku hanya belajar mencintai tanpa mengasa dalam rasa. Tapi aku lupa belajar tentang satu hal. Melepaskan. Maka biarkanlah kali ini aku memahami itu dengan cara ku. Jika kau tanya kenapa, akan ku jawab dengan sederhana. Karna kamu bukan milikku, bukan milik siapapun, kecuali Pencipta mu, Pencipta kita Aku tak sanggup bertingkah pemilik hingga lupa pada pemilik sesungguhnya. Kelak jika takdir baik mempertemukan kita, maka akan ada saatnya. Saat...

Confession

You never see the way I looking to your eyes |  You never realise the love I feel inside |  Pain and sorrow than haunted me |  Cause words are left unsaid to you Sebenarnya bingung juga lagu ini dari siapa ke siapa. Iya kan? Pada akhirnya kalimat penutup kemarin hanyalah sebuah tanya. "Kenapa sekarang? Tak sedari dulu?" Kalau pertanyaan ini sebenarnya bukan buatmu, tapi buatku sendiri. Pada saat itu aku hanya yakin pada jawabanku. "Demi dirimu sendiri, jangan karena aku" Entah kau mengerti, entah tidak. Yang pasti kita berdebat tak penting lagi. Like always :') Pada satu titik, aku akhirnya merasa kehilanganmu. Merasa kehilangan seseorang yang ku ingin selalu ada tanpa perlu lelah merasa. Entah kamu? Aku merunduk lagi, meraba jawaban. Adakah aku salah? Untuk mencari pembenaran atas apa yang ku yakini sebagai jawaban terbaikku. Sesungguhnya setiap  perbuatan   tergantung niatnya.  Dan  sesungguhnya  setiap  orang  (aka...

Lelaki yang membuatku jatuh cinta berkali-kali :')

Dear Pa. Aku baru saja membuka catatan-catatan lama. Dan ku dapati rindu yang kian membuncah dalam lukisan wajahmu yang semakin terang saja. Tirus, keriput, dan jidatmu yang seluas lapangan bola #Oops :’D Kau masih satu-satunya pria yang dapat ku nyatakan rindu tanpa perlu malu-malu. Tanpa perlu takut ingin berada dalam dekapmu. Dear Pa. Akankah kau ingat tanggal yang tinggal seminggu lagi? Ya! Kau pasti ingat. Dan masih yang selalu ingat tanggal keramat anak-anakmu. Bolehkah aku meminta izin? Karena izin ke Mama mungkin akan di tolak dengan alasan yang selalu sama. Selesaikan kuliah dulu! :’D *k au tau yang ku maksudkan :’) Bolehkan kan Pa? Dibandingkan dengan Mama, aku setahun lebih tua ketika Papa menikah dengan Mama. Iya, aku belum bisa memasak. Iya, aku masih suka tidur ba’da subuh. Iya, rasa-rasanya aku masih perlu banyak memperbaiki diri. Tapi sekedar izin, boleh kan Pa? ;) Dan bolehkah aku meminta satu hal lagi untuk kado ulang tahunku tahun ini? D...

Poligami

Image
Ho..ho.. Pokok bahasan yang satu ini sensitifnya luar biasa. *ngajak berantem* Waktu dibahas di kelas kemarin juga hasilnya begitu. Mau yang sudah nikah, mau yang belum nikah, hebohnya ngalahin suara orang sekampung. Sementara kaum Adam di kelas cuma bisa diem-diem ngangguk. Haha :D Yang berani menimpali cuma Pak Dosen, Om Ical, Om Is, Pokoknya yang sudah diakui ke'senior'an-nya di kelas. Selebihnya, kalem aja ya.. daripada kena semprot juga.. ;) Bismillah.. QS An-Nisaa,4: 3 Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.  (QS An-Nisaa,4 :3) Ilmu saya belum sampai sini, tapi tak ada salahnya bila kita lihat sisi poligami d...

Sebuah Tema

Jika cinta dalam diammu itu tak memiliki kesempatan  berbicara didunia nyata, biarkan ia tetap diam.. karena  Allah punya rencana terbaik untukmu.. jika dia bukan  milikmu, maka Allah akan menghapus cinta dalam diammu  itu dengan memberi rasa yang lebih indah dengan orang yang lebih  tepat.. Jadi, biarkan cinta diammu itu menjadi memori tersendiri disudut hatimu & manjadi rahasia antara kau  dengan Sang Pemilik hatimu. :') Sebuah tema,  sebuah hasil copasan. Here !

Ketika Hati Rindu Ingin Menikah

Berawal dari  note  seorang ukhti shalihah yang bertemakan kerinduan hati akan sunnah yang indah ini... Duh, katanya sih nikah itu sesuatu banget. Lha gimana ga sesuatu, yang dulunya dikecam jadi dipuji, yang dulunya haram jadi halal, yang dulunya dulunyaa.. he..he.. Well, balik lagi ke niat awal menulis artikel ini, meski diri belum menggenapkan separuh Diin, izinkan untuk berbagi.. semoga ada manfaatnya, kalopun nanti ada yang kurang berkenan dan salah mohon dimaafkan dan diluruskan.. ^_^ Ketika Hati Rindu Ingin Menikah, "Innamal 'amalu binniyat..."  setiap amalan -termasuk nikah- berkualitas tidak nantinya dimulai dari niat. Sepakat ya? sipks.. kalo penginnya asal nikah/asal laku/asal kagak mbujang biar ga malu sama temen-temen yang udah 'nyolong' start duluan ya kualitas keluarga yang dibentuk nantinya juga asal ada, asal jadi, asal-asalan. Na'udzubillahi min dzalik yaa Rabbana... Tapi kalau niatnya LILLAH -karena Allah semata-, kemudian caranya B...

Plan - Planning - Planned

Manusia yang berencana, tapi Tuhan yang berkehendak Kau tau rasanya? Ketika kalimat tanya itu kau utarakan. Rasanya bunga-bunga ditaman bermekaran semua walau lagi tak musim semi... *permisalan yang kolot :D Tapi saya, kami, kaum perempuan, sangat pandai mengalihkan perhatian, termasuk menjawab dengan "ala kadarnya" Lalu semua "kegilaan" ini kita rencanakan juga dengan cara yang "gila". Kau tau rasanya? Sepertinya kita berdua memang tau kemana seharusnya semua ini bermuara. Dan rasanya tak salah bila tetap bergantung pada-Nya. Biarkan Dia yang menjaganya. Biarkan dia yang menemani setiap langkah menuju kita. Ya! Kita. Tak lagi aku saja, kamu saja. :') And I do. Yes, I do. Untuk semua rencana baik Saat ini, besok, lusa, tahun ini, bahkan tahun depan.... Aula lt.5 #jalandiponegoronomordua 18:27, 22.02.2013 Second day IHT Malcolm Baldrige, Menunggu nasi goreng as dinner :D
Time will answer everything.

Kuch Kuch Hota Hai

Image
Saya juga gak tau kenapa tiba-tiba ingin membahas pokok bahasan yang satu ini. Mungkin karena terprovokasi kalimat Ms. Imbiciles di blognya. Kenapa bukan Aman? Dan seandainya Tina tidak mati, apakah Rahul akan menyadari cinta seorang Anjali? Pertama, Ini hanya cerita fiktif. Terjadi di dunia nyata? Who knows! Sayangnya kehidupan disekeliling saya tidak serumit itu. Kedua, Seandainya Tina tidak mati? Anjali akhirnya bersama Aman? Dan seterusnya… Maka cerita fiktif ini tak lagi menarik bukan? Atau dari sisi perfilman, tak lagi menjual. Sepertinya! Tapi Kakang Sahrukh tetep menarik kok #eh Ketiga, Bukankah kisah cinta ini cukup adil? Rahul mendapatkan cintanya kepada Tina, and vice versa with Tina. Anjali? Pada akhir cerita juga memiliki cintanya, Rahul. Aman? Aman tetap bahagia karena Anjali akhirnya bersama Rahul. Fair enough, isn’t it? Keempat, Jika masih tak adil juga untuk seorang Aman, paling tidak ia bukan pengenut principio de Romeo-Juliet. ...
Dearest nek… ngana pe kabar bagimana? Haha bagaimana rasanya hari ini? Hari terakhir menikmati 23. Masih betah sendiri? Lu banget! *gue juga Aih! Apa tak bimbang menuju angka berikutnya? Eh, wajar kan kalau berpikir ke sana? Bukankah siklus hidup memang begitu. Lahir, kanak-kanak, beranjak dewasa, menikah, punya anak, menuju tua, lalu mati. Serem amat yang terakhir tuh… Any plan in this 24 th ? Sudah ketemu pangerannya? Masih kesasar? Atau ketinggalan kompas di daerah bernama Buli? someone that you think it will be nice if you can spend the rest of your life with him. Any plan this year? Paling tidak menghabiskan waktu dalam dunia keartisan ini dengan menikmati sejenak keagungan-Nya. Alone or with close friends, sebelum kemana-mana harus izin suami dulu… :D Itu lagi.. itu lagi… *back to topic Bagaimana rasanya 23? …
Image
Pic from here :) mungkin, suatu hari aku akan mengingat sujud-sujud ini, bait-bait doa ini. dan kelak.. suatu hari akan ku senandungkan lagu ini. you're the one who won my heart :)

Romeo versus Juliet

Image
Judul yang profokatif kan? Tau dong ceritanya! Intinya ketika kisah-kisah cinta waktu itu berakhir dengan happily ever after , maka kisah yang satu ini melegenda karena berhasil meng-endingkan ceritanya dengan: hanya maut yang memisahkan . Romantic, isn’t it? Pada zaman dua sejoli ini mungkin belum ada penyair romantis yang berani bersenandung: cinta tak harus memiliki . Bagi Romeo, bersama Juliet adalah harga mati, dan bagi Juliet lebih baik mati daripada hidup tanpa Romeo. Letak kebahagiaan keduanya adalah bersama selamanya. Terlepas dari kondisi apapun itu, apakah pilihan menyerah pada kematian jauh lebih baik daripada menantang kehidupan dengan janji yang lebih baik. Tapi nampaknya opsi pertama adalah pilihannya. Maka tak akan pernah ada kata bahagia jika tak bersama satu sama lain. Aih.. adakah kisah macam begitu di kehidupan sekarang? Lalu, bahagiakah mereka setelah berhasil ‘menyatukan’ visi cinta pada kematian? (QS Az-Zukhruf, 43: 67) “Teman-teman akrab ...
Naik-naik ke puncak gunung… Tinggi-tinggi sekali… Kiri kanan kulihat saja… Pohon cemara… a…a… Kiri kanan kulihat saja… Pohon cemara… a…a… Lagu itu disenandungkan si anak kecil di samping ibunya. Dengan lincah penuh gerakan. Mungkin seperti yang diajarkan gurunya disekolah. Sayang… gerakannya masih kikuk terutama di bagian kiri kanan yang diterjemahkan dengan bahasa tubuh kanan kiri :D Si ibu hanya diam. Bahkan sesekali menutup mata. Mungkin sedang ngantuk dan capek. Mengurus rumah, suami, dan tentu saja si anak seharian, sementara ia sendiri seorang PNS. Terlihat dari seragam hijaunya. Kali ini si anak merepatkan diri mendekat ke ibunya. Merangkul lengkan si ibu. Dan ibu jarinya di emut. Haha, lucu sekali melihatnya. Dengan seragam coklatnya ia masih mengemut ibu jari. Sama seperti Fathir kecilku. Dalam perjalanan, bertemu lagi dengan anak kecil lain. Tampaknya seumuran. Tapi bedanya dia tidak berseragam sekolah dan ditemani ayah ibunya. Selama perjalanan si aya...
Kami perempuan. Yang kata temen saya: sangat pandai bersembunyi di balik senyumnya. Dan saya benarkan itu. Kami perempuan. Terkadang menangis adalah jalan keluar kami. Walau sesungguhnya kami tidak ingin seorang pun melihat kami dalam kondisi seperti itu. Kami perempuan. Ketika kami jatuh cinta, maka kami akan benar-benar mencintai. Hanya satu. Tak mungkin dua. Apalagi tiga dan selebihnya. Kami perempuan. Yang begitu peka dan ingin di mengerti walau tak perlu berucap sepatah katapun. Kami? Iyakah? Atau hanya pelaku minoritas saja? Ah! ini tidak mewakili siapapun. 

Jumat Jingga :')

Image
ia datang..  lalu menyapu seluruh langit dengan jingganya meredam setiap gemuruh merekam setiap do'a memberikan kesempatan pada setiap anak manusia untuk sejenak bersyukur aku selalu bertanya tentang siapa dia? tapi tak kunjung bertemu jawaban.. lelahkah aku? tidak! hanya kadang selalu ingin bercerita pada dia yang seharusnya.

The One Who Won My Heart ~ Christian Bautista

I swore I'd let nobody in Not that way again I'd fixed it so they won't stand a chance But you lessened the distance I think you knew what this could be You never gave up reaching for me [Chorus:] Because you hold me up so high Give yourself with no condition Because you guide me When I'm stumbling in the dark You hear what's deep inside When I need you there to listen You're the one who won my heart And it's still a mystery What you see in me Coz you know I've never been an open book But maybe I'm changing Just a little less true There's not a question I owe it to you [Repeat Chorus] [Bridge:] And I know you keep it safe I trust in you that way To keep with your possession Every moment everyday [Repeat Chorus] The one who won my heart *lagi suka sama lagu ini.. ;)

Nitip rindu

Image
Buat papa. I’m so really miss u dad… kapan kita dipertemukan? Pengen sekali banyak cerita. Pengen sekali dipelukmu. Pengen sekali minta nasehat. Terutama nasehat cari jodoh. Hehehe Yang kedua: buat dia. Siapa saja yang entah siapa dan lagi apa. Yang sudah saya curi tulang rusuknya, yang sudah tertulis rapi di lauh mahfudz saya. Saya disini baik-baik saja. Maksudnyaaaaaaaa??? Walau sebenarnya lagi sibuk berbenah hati menyambutmu esok hari. Ng… kapan datang?