Posts

Showing posts with the label Travel

Perjalanan

Perjalanan menyimpan rahasia-rahasia. Di perjalanan akan terkenang kesedihan-kesedihan. Akan teringat kebahagiaan-kebahagiaan. Akan ditemui impian-impian. Sementara rumah menyimpan kelegaan. Perjalanan kali ini banyak melintas tentangmu. Mungkin karena kamu memiliki semua itu dalam perjalananku. Kesedihan, kebahagiaan, dan impian. Lalu aku memilih memeluknya untuk segera pulang.

Perjalanan yang akan berhenti pada saat kembali

Image
Suatu hari kamu akan berhenti. Berhenti pada dia yang membuat duniamu membeku hanya dengan menatap wajahnya. Berhenti pada dia yang akhirnya mengalihkan seluruh perhatianmu hanya untuk mengagumi senyumnya. Berhenti pada dia yang mampu membuatmu berikrar: "dengan dialah akan ku akhiri perjalanan pendek ini, dan ku mulai perjalanan panjang hingga akhirnya aku kembali"

Sepotong liburan yang tak direncanakan ;)

Image
And i found her... Sahabat yang terpisah sejak SMP yang ternyata sudah punya 2 anak dan merupakan kakak ipar-nya mb' Diah. Dunia sesempit daun kelor :D

Langit kota kami, hari ini

Image
Pelangi, Aurora, Rainbow fire. Silahkan simpulkan sendiri, saya gak ahli sains walau cinta mati sama matematik dan sering berantem sama geometri... :D Subhanallah. Seumur-umur rasanya baru sekali nonton LIVE fenomena barusan. Banyak yang kagum, eh... tapi ada juga yang jadi merinding seram. Saya masuk golongan yang pertama. Lebih memilih husnuzhon sama Allah. Sedang Pak Supir tampaknya rada-rada panik sama fenomena barusan. "Itu tanda-tanda tu Nona. Dong ada biking seng bae". Saya hanya menjawab seadanya, dan apakah harus separno itu? Sekali lagi. Husnuzhon saja ya.. Berprasangka baik sama Allah. Di hari yang baik, tempat yang baik, dan langit yang baik ;) Jadi ingat kalimat Al-Hikam semalam: Dunia itu gelap, dengan kebesaran-Nya lah ia tampak. Ketika kita tak mampu melihat kebesaran-Nya, maka mungkin saja kita sedang dalam kegelapan. Wallahu'alam... :) *ini beberapa fotonya, hasil copas dari beberapa teman :) makasih buat semua foto yang rela say...

Sukuisme, iyakah?

Ini sebenarnya hasil diskusi atau mungkin perdebatan kecil yang sifatnya hanya sekedar becandaan dengan seseorang yang tak bisa ku sebutkan namanya. Gak penting juga kali ya.. hehe Inti perdebatannya: setiap orang akan tetap lebih cinta pada tanah lahirnya. Gak salah kan? Sejauh apapun kaki pernah berpijak, tetap rindu pada rumah juga. Ambon Manise. Serunyam apapun kondisinya atau menurutku kerunyaman itulah yang menahanku untuk tetap berada disini. Bukan! Bukan tak ingin melihat dunia luar, justru ingin sekali. Tapi inginku adalah membangun tanah lahirku sendiri. Sambil menjelajah seantero isi bumi, as much as possible. Dan tentang apakah ada seseorang yang mau menemaniku menggenapkan kegilaan ini? Lauh mahfudz-ku sudah tertulis rapi ;) Suku-isme? Aku rasa tidak!  Yang aku tau, itu tentang cinta saja :p