Hari ini aku ingin pulang lebih cepat. Menemuimu, menanyakan kabarmu. Bolehkah? Sekali saja, aku menangis di pundakmu tanpa alasan. Hanya ingin menangis melepas semua lelah yang sudah aku endap sekian lama.
Posts
Showing posts with the label Cerpen
Cinta Begini
- Get link
- X
- Other Apps
Laut. Entah apa yang akan kamu pikirkan saat berada di antaranya. Entahlah. Aku selalu bisa menyungging senyuman saat didekatnya, didekatmu. Memberiku sejuta kenangan, tentangmu. Hamparannya yang toska. Luas sepanjang mata memandang, seolah tak terbatas. Tarian indah ikan-ikan kecil yang melompat. Ketika lukisan jingga bernama senja muncul, maka aku akan berdiam lama menatapnya. Seolah waktu memberikan jeda sesaat untuk membayang senyummu. “Nu, bagaimana keadaanmu? Aku masih menyukai senja, seperti yang kamu ajarkan dulu..” Pernahkah kamu berlari. Sejauh mungkin. Kemana saja. Tanpa arah. Ketika aku berpikir, mungkin itu yang terbaik. Jingga ini selalu mengingatkanku padamu. Warna air wajahmu. Ocehanmu. Kamu membenci gombalan, tapi selalu tertawa mendengar aku yang menggombal. Andai kamu tau. Entah siapa yang patut salah, mungkin kamu, mungkin aku. Ya! Aku saja. “biar aku yang pergi kak. Aku gak pa-pa” Bagaimana kamu berpikir semudah itu? Sementara ada separuh ha...
.B.I.N.G.K.A.I.
- Get link
- X
- Other Apps
Dian berdiri di atas panggung megah itu. Sejenak semua yang hadir terdiam. Semua mata tertuju padanya sekarang. Dug…dug… jantungnya berdegup kencang lagi., ternyata penyakit demam panggungnya belum juga teratasi. “assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..” Suaranya tercekat. Dian menelan ludah. Entah apa yang akan ia ucapkan. Toh, ia hanya dijadikan “tumbal” oleh sahabat-sahabatnya. “lagian cuma sepatah dua kata koq Yan. Dikit aja kan?”. Ali memulai duluan. “semangat pagi , sekian dan terima kasih. Tuh juga udah…m…m… enam kata…”. Septi nyengir sambil menghitung jumlah katanya. “ayolah Yan… tolonglah sahabat-sahabatmu ini. Kamu kan jagonya ngomong di depan kelas. ..” “haha… iya! Waktu kamu presentasi semuanya pada tidur!!” “eh, aku gak tidur koq!”. Ewi membantah. “iya Wi, kamu gak tidur tapi maen liank’liank!” “bukan liank-liank tapi strong holder…” “Bukan…bukan…! Tutup botol!” “haha :D…” “mending aku daripada kamu Nis, NARSIS! Foto-foto sendirian di belakang. !” “l...