Posts

Showing posts with the label #langit

suatu hari nanti

Berjanjilah Nu... akan baik-baik saja. Setelah semua ini selesai, setelah semua hutang ini lunas, setelah kamu, dan aku cukup berani menantang badai. Kita akan pergi berdua saja. Melanglang buana, melihat dunia, menatap langit, lalu bersyukur yang banyak. Bahwa hidup masih mengizinkanmu menapak mimpi. Selamat berjuang :') hingga lusa kita bertemu lagi, teruslah baik-baik saja. Aku akan selalu menyemat namamu dalam doa.

#NulisRandom2015 #4 #30harimenulishujan #Day4

Hujan Pertama di Bulan Juni Kamu hanya perlu menikmatinya. Menutup mata sembari mengikuti irama tariannya. Meresapi dalam dalam nyanyiannya. Bila akhirnya hatimu gerimis bersama gerimisnya. Bila akhirnya pelupuk matamu basah bersama derasnya.. Larutlah. Tengadahkan tangan dan biarkan rintiknya menempus telapak. Berbisik tentang rindu yang sesak, tentang mimpi yang mengendap. Lalu seolah sedang memutar ulang cerita-cerita tentang kenangan. Gigabyte yang sama. Langit yang sama. Biru-abu-abu yang sama. Hujan yang sama. Jika suatu hari kita bersua dan kamu bertanya mengapa aku tak pernah lupa, maka inilah jawaban yang aku punya. Karena aku tak pernah belajar tentang melupakan. Aku hanya belajar tentang melepaskan. Dua hal yang berbeda yang mungkin tak pernah kamu mengerti, karena kamu... pada hari tu... menjadi yang dilepaskan...  Aku tak ingin lupa, karena dengan mengingatmu adalah caraku merindukanmu. Aku belajar menikmati sepenggal duniaku tanpamu.  Aku meme...

#NulisRandom 2015 #1

Bertahanlah sebagaimana langit, karena ia tetap berada pada tempatnya dan menjadi tempat bergantung awan, petir, hingga bintang-bintang ~ Kurniawan Gunadi Ceritanya sajak #langit ini permintaan 'khusus' waktu beli Buku Hujan Matahari karya Mas Gun. Agak speechless ternyata Mas Gun mau-mau saja meladeni permintaan aneh ini.  Hehe.. *terimakasih. Bukunya keren abis* Sajak ini sebenarnya malah bikin saya banyak merenung, ngangguk-ngangguk sendiri dan menyadari banyak hal. Langit bukan hanya tempat yang indah-indah bernanung. Hujan, matahari, pelangi, awan, bintang, bulan, aurora..... tapi juga petir. Ya. Petir. Yang menggelegar kala hujan dan bikin saya ciut nyali semasa kecil. Si petir bergantung pada langit... Petir.... bergantung... pada langit.... Sampai saat ini saya kehabisan kata. Mungkin masih belum mengerti. Jika petir bergantung pada langit, lalu langit harus bagaimana?

Lapak Semesta #1

Image
Sebelumnya perkenalkanlah, kami adalah Agen Semesta. Kumpulan para pencinta aksara yang sedang belajar merangkai kata. Mencoba membuka jendela dunia bagi siapa saja. Bagi kami buku adalah sepenggal dunia yang mampu mengenalkan para pembacanya pada semesta, mengenal cerita baru tentang apa saja, bahkan mampu menjadi sebuah cerita tentang surga. Izinkan kami memberikan manfaat meski sedikit. Berbagi meski tak banyak. Bersuara meski serak. Kami hadir untuk menyatukan tiap beda menjadu padu pada kertas dan tinta. Dengan harapan, kelak kami bukanlah hanya seonggok daging yang diberi nama. Proudly present... Agen Semesta 1st event. LAPAK SEMESTA Lapangan Merdeka Ambon. Ahad, 23 November 2014. Pukul 16.00-18.30 WIT Lapak baca sederhana yang kami sediakan bagi para sahabat semesta. For Free :) Ajak tamang, sodara, tetangga, kenalan, nyong, nona samua untuk bergabung. Danke banyaaaa ^^ Fb: Sahabat Semesta Tw: @Sahabat_Semesta