Posts

Showing posts with the label Teduh

Belajar tertawa

Aku belajar pada mereka yang tertawa. Mereka memilih menertawakan masalah sebelum masalah menertawakan mereka. Karena saat itu masalah mampu menghilangkan tawa mereka. Mereka memilih menitipkan masalah melalui doa-doa. Karena doa-doa selalu melapangkan jalan keluar saat masalah sepertinya tak punya celah untuk keluar. Mereka memilih berbaik sangka pada masalah. Meski tentunya itu sulit. Karena dengan berbaik sangka mereka akan lebih mudah mengambil pelajaran dan bersyukur. Mereka memilih menjalani kesibukan-kesibukan. Sepi ditengah keramaian. Berbincang dengan angin tentang diri sendiri. Me time . Karena dengan begitu masalah akan lebih mudah dipahami dari sisi yang berbeda. Mereka memilih banyak ber muhasabah diri. Karena mungkin masalah adalah ajang ujian untuk naik kelas keimanan. Lalu mereka menjadi orang-orang yang banyak menebar tawa, banyak bersujud, banyak bersyukur, banyak ber tafakkur , banyak ber muhasabah . Aku belajar pada mereka yang seperti itu. Bukan...

suatu hari nanti

Berjanjilah Nu... akan baik-baik saja. Setelah semua ini selesai, setelah semua hutang ini lunas, setelah kamu, dan aku cukup berani menantang badai. Kita akan pergi berdua saja. Melanglang buana, melihat dunia, menatap langit, lalu bersyukur yang banyak. Bahwa hidup masih mengizinkanmu menapak mimpi. Selamat berjuang :') hingga lusa kita bertemu lagi, teruslah baik-baik saja. Aku akan selalu menyemat namamu dalam doa.
Mereka seperti kembang api. Membuncah-buncah penuh rasa keingintahuan. Ingin tau tentang kebenaran dengan segala kepolosan. Ingin tau tentang keberadaan dunia yang terkadang membingungkan. Kau hanya perlu memilih yang baik, apabila terdapat dua yang baik, maka pilihlah yang lebih baik di antara keduanya. Mereka masih remaja yang terbawa masa kanak. Sehingga pertanyaan itu beruntun dan saling berebutan. Jadilah mereka kembang api yang berebutan muncul ke permukaan langit malam nan gelap. Memendarkan cahaya warna-warni. Indah. Dan membuat setiap yang melihat betah mendongak ke atas. Kelak mereka akan menjadi matahari, menerangi siang dan membagi cahayanya pada bulan untuk malam.

Membawa kakiku berlari menjauh.. Namun hatiku tertinggal di sana..

Aku tak merasa kalah dlm perjuangan ini. Aku hanya merasa lelah yg teramat sangat. Setelah mengurung diriku dlm tribulasi yg tak pernah berhenti. Aku seperti tertusuk duri yg tak tahu seberapa dlm meninggalkan luka perih. Menikmati sakitnya, hingga tak bida lgkubedakan mana tangis, mana tawa...dua2nya telah menjadi sat u dlm butiran nelangsa... Terbata dlm kata... Tertatih dlm jejaknya...dan tersia-sia dlm rekah bahagia... Aku mungkin belum kalah, tp yg pasti aku mulai merasa jenuh. Membawa kakiku berlari menjauh dr "koloni" itu... Namun kutemukan, ternyata hatiku berkhianat! Bagaimana mungkin aku bisa menjauh? Sedang derap perjuangan ini seperti darah yg mengaliri nadiku Seperti oksigen yg mengisi paru-paruku.. Dapatkah kau bayangkan ragaku tanpa darah? Dapatkah kau bayangkan metabolisme tubuhku tanpa oksigen? Mustahil...ya...mustahil. Langkah mungkin menjauh... Tapi yg pasti, hatiku tertinggal "disana"... Mungkin saatnya aku berpikir ulang tentan...

MATEMATIKA DA’WAH

Ini katanya: Da’wah itu kayak matematika yang penuh dengan angka-angka, apabila kita bisa mengotak-atik angka-angka itu dengan baik maka kita akan senang dengan angka-angka itu, tapi kalo kita gak bisa/ gak usaha pasti akan merasa bosan, bukan hanya bosan, lihat angkanya aja udah gak minat. Haha :D Ketahuan banget yang nulis bukan dari dunia matematika. Ampun ya mbah... Da’wah itu menyenangkan, se-menyenangkan belajar matematika. Da’wah itu rumit. Riwehnya minta ampun, makanya yang mau terjun ke dunia dakwah juga sedikit, sesedikit penikmat matematika. Identitas pelaku matematika itu pake kacamata, killer, dan rada-rada menyeramkan. Identitas pelaku dakwah itu jilbab-an, sarung-an, nah, yang beda, mereka gak killer apalagi menyeramkan. Bisa juga melucu. Tapi pada tempat dan sesuai kadarnya toh... Ye.. gak percaya? Tak kenal maka ta’aruf-lah... biar bisa cinta sama mereka ^^ Da’wah itu mampu me-luar-biasa-kan yang biasa. Se-luar-biasa rumus-an geometri. Matematika i...

Ia, bukan waktu sisa

Dakwah adalah prioritas. Bukan waktu sisa. Sudahkah kita? Atau rutinitas itu adalah hanya pengisi waktu luang dari segala aktivitas lain diluar sana. Pernahkah ia? Dijadikan yang utama, bukan sisipan dikala sempat saja. Kadang kita lupa, kitalah yang membutuhkannya. Ia tak butuh kita. Ia akan tetap berjalan seperti biasanya. Bersama mereka yang tulus mencintainya, membersamainya, dan tak lelah meski 24 jam nampaknya tak bersisa untuk semenit waktu mengistirahatkan raga. Sudah sampai mana kita? Saya?
Aku selalu suka hari jum'at. Karena besoknya dalah Sabtu dan lusanya adalah minggu.. :D Dan aku juga selalu lupa, kalau setiap ahad itu selesai, tertutup gelap malam, aku harus mulai menunggu Jum'at itu datang lagi.. :') have a nice weekend.

Love, in the same way...

Image
Berapa skor Barca vs Real tadi pagi? Yipp... 1 - 3 buat kemenangan Real. Sebelumnya? AC Milan vs Barca. 2 - 0 buat kemenangan AC Milan. Sok tau deh ya kalo bahas topik yang satu ini. Mana judulnya gak nyambung pula -____-' FYI: i'm not Barca haters. Sebaliknya, gini-gini gue juga Barca Angel.. whehe... Sejarahnya bisa suka Barca gara-gara 3 makhluk luar angkasa yang kebetulan menyamar jadi kakak-kakak saya yang kebetulan semuanya nyamar jadi cowok. Beh.. ngelas pula.. seingat saya waktu gandrung sama Barca itu taon 2006 jauh sebelum zaman insaf! Dikarenakan Kakak no.1 ngefans sama Chelsea dan berdua yang sisa itu fansnya Barca. 2 lawan 1. Ya saya pilih yang menang dong! Haha, mana ngerti sama permainan. Pokoknya yang penting menanglah. Sejak itu jadi suka sama Barca. Walau gak up to date terus sama infonya, paling tidak, saya tetep dan selalu ngefans sama Barca. Termasuk di saat-saat seperti ini. :'( #apasih :D Termasuk juga punya mimpi bisa nonton LIVE di Camp Nou....

Resolusi.. Resolusi...

Image
Sebenarnya sedang tidak mood. Hanya karena saya tau bahwa semua resolusi saya tahun kemarin babak belur termakan waktu.. Tapi bukan saya kalau tidak punya jutaan mimpi.. Yang paling penting, adalah banyak memperbaiki diri. (QS An-Nur,24: 26) Seperti juga kata Mario Teguh: Belahan jiwa kita, seindah jiwa kita.. hehe Tidaaaaaaaaaak!! Saya tidak meresolusikan menikah tahun ini -Pengecualian kalau tiba-tiba ada yang ngajak *ehem* (jawab sendiri) :D- Saya meresolusikan untuk memperbaiki diri. Sebaik-baik mungkin. Biar belahan jiwa saya juga seseorang yang baik *blushing* Haha :D Selebihnya, semoga mama mengizinkan saya buat bawa motor sendiri.. plissss... Semoga tahun ini bisa menginjakkan kaki ke Kawah Putih dan atau Jogja dan atau Bromo. And one day...Tanah Suci... Sekian dan terima kasih. :)

Saya lagi hobi..

Belakangan ini punya hobi baru. Selalu terlambat kuliah dan nongol pas jam 20.30 a.k.a 5 menit sebelum dosen jam pertama walkout dari kelas :D #guebanget Trus lagi hobi-hobinya juga lupa kalo hari ini ada tugas kuliah yang harus dikumpulkan #eaaa Sengaja lupa ato dilupa-lupain tuh? Suwer dah, ingat kok! Tapi teteuuup.. gak sempat ngerjiannya. Sibuk gitu deh… Sibuk mikirin kapan guweh selesai kuliah? Kapan guweh punya waktu buat liburan? Kapan guweh bisa ngasih form CUTI *capslock* tanpa perlu khawatir bakalan di hack!! Pokoknya sok siiibuk deh. Eh, sempet juga baca blog temen (yang sebenarnya gak kenal juga, tapi ituh blog suka banget guweh obrak-abrik isinya) nyang ternyata baru ajah merit Maret kemarin #cieeee Barakallahulaka wabaraka’alaika wajamaah bainakuma fii khaiir ya…. Nah, jadi tambah sibuk deh tuh. Mikirin giliran guweh kapan yah? #cieeee Kapan gituh ngomong cinta sama yang sudah halal… #cieeee Kapan gituh bisa upload foto yang cuma berduaan… #ciee...

D

saat cinta merona merah membekukan perputaran waktu dan kehidupan di sekeliling aku mengukir wajahmu dan kisah kita menjadikannya seperti pemutaran film di bioskop kita tertawa, berpelukan, menangis bersama lagi-lagi klise ketika aku mengenangnya kau tau rasanya dunia tanpamu? galau, bahasa lebay-nya seperti itu. tapi buatku yang sok puitis ini adalah ruang kosong yang kau tinggalkan ruang ketika aku (saat bersamamu) merasa semua hal akan baik-baik saja. lalu ketika kini kita t'lah lama tak bersua aku tau, sudut hati itu merindukanmu bahkan aku layaknya musafir. mencari. adakah ruang seperti yang kau berikan padaku? dulu... menuju rumah, 19:51, 27.03.2012

AL IKHWAN

Bismillahirrahmainirrahim… “kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada ALLAH… “ (3:110) Wangi cat dari gedung yang baru direhab. Setelah bertahun menjadi saksi perjalanan ratusan mahasiswa yang dinaunginya. Setelah bertahun digerus hujan, tertimpa panas, angin yang tak bersahabat. Menapaki beberapa sudut jalan yang sama. Ditemani pohon kecil yang sengaja ditanam untuk melindungi dari terik. Padahal sewaktu pertama kali ditanam seolah enggan tumbuh dan tetap ‘kekeuh’ dengan batangnya yang tak berdaun. Kini, ia menepuk dada bangga karena bisa menaungi setiap yang lewat disampingnya? Namun, untuk siapa? Toh yang lewat tak perduli, apalagi berterima kasih!. Sudut dejavu. Tempat yang ku lewati ribuan kali setahun lalu. Masih sama jua. Di lantai 2. Tempat yang selalu ku rindu. Tempat yang ketika aku tersungkur sujud yang terbayang adalah disini. Tempat teduh. Yang menjadi tujuan saat tak tau ...

Tempat Teduh

Bismillahirrahmainirrahim… “kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada ALLAH… “ (3:110) Wangi cat dari gedung yang baru direhab. Setelah bertahun menjadi saksi perjalanan ratusan mahasiswa yang dinaunginya. Setelah bertahun digerus hujan, tertimpa panas, angin yang tak bersahabat. Menapaki beberapa sudut jalan yang sama. Ditemani pohon kecil yang sengaja ditanam untuk melindungi dari terik. Padahal sewaktu pertama kali ditanam seolah enggan tumbuh dan tetap ‘kekeuh’ dengan batangnya yang tak berdaun. Kini, ia menepuk dada bangga karena bisa menaungi setiap yang lewat disampingnya? Namun, untuk siapa? Toh yang lewat tak perduli, apalagi berterima kasih!. Sudut dejavu. Tempat yang ku lewati ribuan kali setahun lalu. Masih sama jua. Di lantai 2. Tempat yang selalu ku rindu. Tempat yang ketika aku tersungkur sujud yang terbayang adalah disini. Tempat teduh. Yang menjadi tujuan saat tak tau ...