Posts

Showing posts with the label Untuk D

Story of jilbab

6 tahun silam sy memutuskan berjilbab. Entah karena hidayah apa. Ingin saja. Padahal kondisi saat itu baju yang panjang hanya segelintir. Pas-pas-an.  Mungkin juga karena sy dikelilingi para jilbaber yang secara tidak langsung mempengaruhi cara sy berjilbab hingga kini. Grateful to have you ukhti.. uhibbukumfillah Berjilbab itu keputusan. Buat sy keputusan yang agak mencengangkan. Hehe.. pandangan setiap orang tentang jilbab tentu berbeda. Sy hidup dalam lingkungan yang mengenakan jilbab untuk acara tertentu, pengajian atau melayat misalnya. Maka sy pun tak mengenal  jilbab sebagai suatu kewajiban saat itu. Ia hanya sekedar kain penutup kepala yang dipakai pada saat-saat tertentu saja. Iya... berjilbab itu pilihan. Pilihan yang tak perlu menunggu kesiapan. Kita tak akan pernah siap jika tak memaksakan diri untuk siap. Jika nanti takut buka pasang, itu bukan karna ketidaksiapan, tapi karna kita tak belajar memaknai jilbab. Jika takut karena merasa belum cukup baik, i...

To: D. Subject: Untold

Hai D. Apa kabar? Entahlah... (aku baru sadar kalau suka sekali menyebut kata yang satu ini. Entah) Kau tau, aku sedang bosan. Untuk yang kesekian kalinya. Aku bosan berbicara dengan siapapun, tapi apa mau dikata, aku bukan Nurul si pendiam :'D Aku juga bosan dengan rutinitas yang itu lagi, itu lagi. Aku bosan dengan segala rencana yang sudah aku buat. Aku bosan menulis, aku bosan merapal, aku bosan membaca. Dan pada akhirnya yang ada hanyalah aku butuh tempat untuk pulang, berdiam diri memeluk lutut di sudut kamar atau mungkin sambil menatap senja. Aku hanya ingin berhenti. Pada satu titik dimana aku bisa menikmati kembali dunia dan segala keruwetannya. Tanpa perlu merasa kehilangan diriku sendiri. Ya D. Aku ingin berhenti. Aku ingin me-reschedule kembali hidupku ke titik nol. Dimana aku masih mampu berhenti, menarik nafas, dan melangkahkan kaki kembali. Aku lelah D. Teramat lelah dengan diriku sendiri. Aku lelah menjadi takut. Aku lelah kehilangan pegangan. Dan hingga de...

Perjalanan yang akan berhenti pada saat kembali

Image
Suatu hari kamu akan berhenti. Berhenti pada dia yang membuat duniamu membeku hanya dengan menatap wajahnya. Berhenti pada dia yang akhirnya mengalihkan seluruh perhatianmu hanya untuk mengagumi senyumnya. Berhenti pada dia yang mampu membuatmu berikrar: "dengan dialah akan ku akhiri perjalanan pendek ini, dan ku mulai perjalanan panjang hingga akhirnya aku kembali"

Surga itu bernama ujian

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (QS Al-Baqarah,2: 214) Beberapa minggu lalu aku memanjat sebuah do'a. Ternyata Allah tak mengabulkan. Aku mencoba bertanya kenapa, dan Allah pun memberikan jawaban pada ayat cinta-Nya diatas. Dan bersama do'a itu aku kemudian memahami. Dalam pandangan manusia terlihat sempit, sementara dimata Allah begitu lapang. Mungkin seperti begitulah beliau memahami, semua ujian ini hanya seperti jual beli biasa yang keuntungannya adalah Surga. Terbayar lunas bukan? Lalu aku kemudian bertanya lagi. Bagaimana denganku Allah? Bolehkah aku mengadakan ...
"Hai" "Hai... Apa Kabar?" "Entah" "Jawaban yang kurang tepat" "Hm....?" "Tak ada jawaban entah untuk pertanyaan apa kabar. Hanya ada baik atau tidak baik." "Aku tak tau" "Jawaban yang kadaluarsa" "Kamu masih seperti yang dulu. Sewot. Sok tau. Cerewet" "Dan kamu juga tak banyak berubah. Bagaimana kabarnya?" "Dan to the point" "Kamu tak mungkin menemuiku, well.. setelah sekian lama hanya untuk say hai bukan?" "Ada yang hilang... aku tak menemukan yang dulu aku rasakan?" "Bosan? Jenuh?" "Tidak sama sekali" "Mungkin karna kamu tidak mencari" "Should I?" Ada jeda yang cukup lama  "Sesungguhnya aku tak punya jawaban" "Percuma" "Tak ada yang sia-sia. Aku bisa bertemu denganmu. And more, kamu tak merindukanku?" "Menurutmu?" "Menurutku, kamu...
Image
Mari mengambil sedikit hikmah, terutama untuk diri saya sendiri. Lembah Badar,   17  Maret   624  Masehi, 17  Ramadhan  tahun ke-2 Hijriah Pasca Kemenangan Badar, Rasulullah SAW mengadakan musyawarah dengan para shahabat terkait tawanan perang.  Singkat cerita, Umar r.a menegaskan pendapatnya:  “Bunuh saja semua” Ah, sosok yang begitu tegas, hingga setanpun menyingkir dari jalan yang ia lalui.  Sementara Abu Bakar r.a dengan kelembutan hatinya memberikan pandangan lain:  “Mereka kan masih kerabat kita, kita suruh bayar tebusan saja” Dua Shahabat mulia yang begitu di cintai oleh Rasulullah SAW berseberangan pendapat.  Singkat cerita Rasulullah SAW cenderung kepada pendapat Abu Bakar r.a. Dan kisah selanjutnya turunlah ayat cinta-Nya. Ayat cinta yang membuat Rasulullah SAW dan Abu Bakar r.a menangis tersedu. Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi. Kamu men...

Energi Dakwah

Banyak orang yang keheranan. Ini anak kok gak ada capeknya. Senin sampai jum’at, pergi pagi pulang petang. Habis maghrib juga kadang masih ada ‘pekerjaan’. Sabtu minggu juga gak di rumah kecuali untuk nyuci tumpukan pakean seminggu berjalan. Rumah kadang-kadang jadi tempat singgah saja, untuk mandi dan istirahat, makan hanya makan malam saja yang disempatkan. Haha, sibuknya ngalahin presiden. Ngapain saja? Ya.. itu-itu saja. Rapat. Kajian. Dengerin ceramah, diskusi. Yang semua materinya tentang Agama dari a sampai z. Satu lagi yang gak boleh di-alpa-kan. Melingkar. ;) Itu semua belum termasuk dengan agenda dadakan yang tiba-tiba harus dilaksanakan. Termasuk jadwal kuliah yang kadang-kadang nubruk dan kemudian di absenkan <-- jangan di contoh :D Baiklah.. mungkin nampaknya tak sesibuk itu, hehe Rutinitas itu yang mungkin membuat orang terdekat sering kali bertanya. Terutama Mama (uhibbukufillah Umi :*) “Gak capek?” yang dari awalnya ngomel-ngomel, hingga akhirnya di...
Mereka seperti kembang api. Membuncah-buncah penuh rasa keingintahuan. Ingin tau tentang kebenaran dengan segala kepolosan. Ingin tau tentang keberadaan dunia yang terkadang membingungkan. Kau hanya perlu memilih yang baik, apabila terdapat dua yang baik, maka pilihlah yang lebih baik di antara keduanya. Mereka masih remaja yang terbawa masa kanak. Sehingga pertanyaan itu beruntun dan saling berebutan. Jadilah mereka kembang api yang berebutan muncul ke permukaan langit malam nan gelap. Memendarkan cahaya warna-warni. Indah. Dan membuat setiap yang melihat betah mendongak ke atas. Kelak mereka akan menjadi matahari, menerangi siang dan membagi cahayanya pada bulan untuk malam.

#gagalpaham *part ke sekian..

1.        Dekrit Mursi mengancam demokrasi | iya.. karna kudeta militer adalah bagian dari demokrasi *yeah 2.        Dekrit Presiden: “Pernyataan Konstitusi, Undang-Undang, serta Keputusan Kepresidenan (Dekrit) yang dikeluarkan oleh Presiden mulai tanggal 30 November 2012 HINGGA berlakunya kontitusi dan pemilihan parlemen baru, sifatnya valid dan tak bisa diganggu-gugat. Undang-Undang Darurat Militer: Pasal 3: Presiden mempunyai wewenang mengeluarkan perintah tertulis atau lisan dalam rangka mengambil berbagai tindakan sebagai berikut: a.        Membatasi kebebasan inividu dalam berkumpul, berpindah dan melewati tempat-tempat tertentu atau dalam waktu-waktu tertentu, dan menangkap siapa saja yang dicurigai atau membahayakan keamanan, dan ketertiban umum serta memenjarakan mereka. b.       Memberikan ijin untuk menggeledah orang dan tempat tanpa terikat oleh atu...

#tolakLGBT

Banyak yang akan kontra dengan hal ini. Mungkin merasa akan diperlakukan tak adil atau apalah, saya sendiri kurang mengerti. Tapi inilah jalan yang akan kami tempuh, satu niat kami, menyelamatkan saudara kami, negeri kami dari azab seperti kaum Nabi Luth a.s. Semoga 'mereka' mengerti... klik link  http://www.change.org/id/ petisi/ untuk-komnasham-tolak-pelegalan -lgbt-lesbian-gay-bisexual-tra nsgender  -> isi identitas -> klik tanda tangan -> sebarkan !!

DIA sangat ingin kita masuk surga

Kala Ramadhan tiba, dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka, dibelenggulah setan-setan. Bukankah ini pertanda betapa Dia sangat ingin kita masuk surga? Dia ciptakan neraka sebagai hukuman bagi orang-orang yang lalai hingga ajal menjemput, namun berapa banyak jalan Dia sediakan bagi pengampunan? Sungguh Dia teramat mencintai kita. Dan itu aneh. Jika makhluk mencintai Tuhannya, itu tak aneh. Sebab kita lemah, tak berdaya, tak memiliki apapun selain karuniaNya. Namun Dia, segala Maha, pemilik langit dan bumi, penguasa seluruh alam, mencintai makhluk yang lemah? Yang telah tahu akan durhaka, namun menyediakan jalan pengampunan tiada batas? Sesiapa yang berpuasa dengan keimanan dan keikhlasan, kan diampuni. Demikian telah kerap kita dengar. Duhai, sebelas bulan kita bergelimang menikmati maksiat, dan bisa terhapus dalam sebulan saja? Sungguh terlalu diri yang tak memanfaatkannya. Namun memang tabiat nafsu yang sulit tuk istiqamah sebulan penuh. Maka diringankan, “Sesiapa ...

I'm Speechless :')

Seandainya kau dilahirkan nanti, ketahuilah bahawa dunia ini hanya sementara, janganlah kau leka mengejarnya, nanti kau akan kecewa diakhirnya. Seandainya kau dilahirkan nanti, akan ku didik dirimu dengan agamaNya agar kau sedar akan tugasmu, agar kau sedar akan dirimu. Seandainya kau dilahirkan nanti, akan ku didik dirimu menjadi mujahid, yang dapat membela agama, sehebat Salahudin Al-Ayubi,  sebijak Muhammad Al-Fateh. Seandainya kau dilahirkan nanti, akan ku didik dirimu mengenalNya, agar kau miliki rasa cinta padaNya, agar kau mencintaiku keranaNya. Seandainya kau dilahirkan nanti, akan ku benihkan cinta dalam hati mu, akan ku benihkan kerinduan dalam dirimu, cinta dan kerinduan buat KekasihNya, Muhammad. Seandainya kau dilahirkan nanti, akan ku didik dirimu dengan dakwah, agar kau mampu menjadi seperti matahari, membawa manusia makrifat kepadaNya.  Seandainya kau dilahirkan nanti, akan ku doakan kesejahteraan buatmu, di dunia...

Poligami

Image
Ho..ho.. Pokok bahasan yang satu ini sensitifnya luar biasa. *ngajak berantem* Waktu dibahas di kelas kemarin juga hasilnya begitu. Mau yang sudah nikah, mau yang belum nikah, hebohnya ngalahin suara orang sekampung. Sementara kaum Adam di kelas cuma bisa diem-diem ngangguk. Haha :D Yang berani menimpali cuma Pak Dosen, Om Ical, Om Is, Pokoknya yang sudah diakui ke'senior'an-nya di kelas. Selebihnya, kalem aja ya.. daripada kena semprot juga.. ;) Bismillah.. QS An-Nisaa,4: 3 Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.  (QS An-Nisaa,4 :3) Ilmu saya belum sampai sini, tapi tak ada salahnya bila kita lihat sisi poligami d...
Image
Untuk adik-adikku yang manis. Hai dek. Apa kabar? Haduh.. padahal baru saja kemarin kita bersama seharian full. Tapi aku sudah kangen kalian lagi. :’) Ingin sekali banyak bercerita pada kalian.. Tapi setiap kali bertemu, aku-lah yang kalian jadikan tempat bertanya ini-itu, dari yang paling kritis, atau sekedar bertanya tugas sekolah. Pundakku-lah yang kalian jadikan tempat bersandar ketika duduk bersama. Tanganku-lah yang kalian rangkul ketika berjalan. Aku-lah pendengar kalian yang paling cerewet memarahi kegilaan kalian lalu kemudian menertawakannya. Dan aku-lah yang kalian panggil kakak bukan? Yah.. kalian-lah yang membuat hidupku jadi remaja lagi. Hehe, padahal kalian tau umurku tak pantas untuk bertingkah gila, namun rasanya tak asik kalau harus senyum standar tanpa cekikikan :’D Tawa kalian-lah yang kujadikan tempat bersandar. Rasanya semua lelah jadi hilang seketika. Semua masalah bertemu jalan keluarnya. Semua persoalan bertemu jawabannya. Rasanya senin me...

Apakah masih ada manfaatnya?

Oleh : Cahyadi Takariawan “Seminar ini tidak mengubah apa-apa”, kata seorang wanita peserta Seminar Nasional yang digelar Lemhannas RI tadi pagi (09/11/2010). “Ada, walaupun sedikit”, jawab Kombes Pol Suko Raharjo yang menjadi mitra bicaranya. Saya sering mendengar ungkapan seperti itu. Ungkapan keputusasaan, kegelisahan, kekecewaan, dan tiada harapan. John Rambo pe rnah mengucapkan kalimat seperti itu kepada rombongan misionaris gereja di bawah pimpinan Michael Burnet dan Sarah Miller, yang akan berangkat ke Myanmar. “Kamu tidak akan mengubah apapun”, kata Rambo. Namun para misionaris tetap berkeyakinan ada yang bisa mereka perbuat di Myanmar. Tapi ini terjadi di film Rambo IV. Dalam kehidupan keseharian di tanah air kita, terlalu banyak kekecewaan dan keputusasaan masyarakat menghadapi realitas yang sulit berubah. Sikap apatis muncul dari kondisi seperti ini, sehingga banyak corak praktis dan pragmatis yang mewarnai pola hidup masyarakat. Dalam Pemilihan Umum untuk Anggota Legislatif...

Membawa kakiku berlari menjauh.. Namun hatiku tertinggal di sana..

Aku tak merasa kalah dlm perjuangan ini. Aku hanya merasa lelah yg teramat sangat. Setelah mengurung diriku dlm tribulasi yg tak pernah berhenti. Aku seperti tertusuk duri yg tak tahu seberapa dlm meninggalkan luka perih. Menikmati sakitnya, hingga tak bida lgkubedakan mana tangis, mana tawa...dua2nya telah menjadi sat u dlm butiran nelangsa... Terbata dlm kata... Tertatih dlm jejaknya...dan tersia-sia dlm rekah bahagia... Aku mungkin belum kalah, tp yg pasti aku mulai merasa jenuh. Membawa kakiku berlari menjauh dr "koloni" itu... Namun kutemukan, ternyata hatiku berkhianat! Bagaimana mungkin aku bisa menjauh? Sedang derap perjuangan ini seperti darah yg mengaliri nadiku Seperti oksigen yg mengisi paru-paruku.. Dapatkah kau bayangkan ragaku tanpa darah? Dapatkah kau bayangkan metabolisme tubuhku tanpa oksigen? Mustahil...ya...mustahil. Langkah mungkin menjauh... Tapi yg pasti, hatiku tertinggal "disana"... Mungkin saatnya aku berpikir ulang tentan...

MATEMATIKA DA’WAH

Ini katanya: Da’wah itu kayak matematika yang penuh dengan angka-angka, apabila kita bisa mengotak-atik angka-angka itu dengan baik maka kita akan senang dengan angka-angka itu, tapi kalo kita gak bisa/ gak usaha pasti akan merasa bosan, bukan hanya bosan, lihat angkanya aja udah gak minat. Haha :D Ketahuan banget yang nulis bukan dari dunia matematika. Ampun ya mbah... Da’wah itu menyenangkan, se-menyenangkan belajar matematika. Da’wah itu rumit. Riwehnya minta ampun, makanya yang mau terjun ke dunia dakwah juga sedikit, sesedikit penikmat matematika. Identitas pelaku matematika itu pake kacamata, killer, dan rada-rada menyeramkan. Identitas pelaku dakwah itu jilbab-an, sarung-an, nah, yang beda, mereka gak killer apalagi menyeramkan. Bisa juga melucu. Tapi pada tempat dan sesuai kadarnya toh... Ye.. gak percaya? Tak kenal maka ta’aruf-lah... biar bisa cinta sama mereka ^^ Da’wah itu mampu me-luar-biasa-kan yang biasa. Se-luar-biasa rumus-an geometri. Matematika i...

Ia, bukan waktu sisa

Dakwah adalah prioritas. Bukan waktu sisa. Sudahkah kita? Atau rutinitas itu adalah hanya pengisi waktu luang dari segala aktivitas lain diluar sana. Pernahkah ia? Dijadikan yang utama, bukan sisipan dikala sempat saja. Kadang kita lupa, kitalah yang membutuhkannya. Ia tak butuh kita. Ia akan tetap berjalan seperti biasanya. Bersama mereka yang tulus mencintainya, membersamainya, dan tak lelah meski 24 jam nampaknya tak bersisa untuk semenit waktu mengistirahatkan raga. Sudah sampai mana kita? Saya?