Posts

Showing posts with the label Muhasabah

Story of jilbab

6 tahun silam sy memutuskan berjilbab. Entah karena hidayah apa. Ingin saja. Padahal kondisi saat itu baju yang panjang hanya segelintir. Pas-pas-an.  Mungkin juga karena sy dikelilingi para jilbaber yang secara tidak langsung mempengaruhi cara sy berjilbab hingga kini. Grateful to have you ukhti.. uhibbukumfillah Berjilbab itu keputusan. Buat sy keputusan yang agak mencengangkan. Hehe.. pandangan setiap orang tentang jilbab tentu berbeda. Sy hidup dalam lingkungan yang mengenakan jilbab untuk acara tertentu, pengajian atau melayat misalnya. Maka sy pun tak mengenal  jilbab sebagai suatu kewajiban saat itu. Ia hanya sekedar kain penutup kepala yang dipakai pada saat-saat tertentu saja. Iya... berjilbab itu pilihan. Pilihan yang tak perlu menunggu kesiapan. Kita tak akan pernah siap jika tak memaksakan diri untuk siap. Jika nanti takut buka pasang, itu bukan karna ketidaksiapan, tapi karna kita tak belajar memaknai jilbab. Jika takut karena merasa belum cukup baik, i...

Surga itu bernama ujian

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (QS Al-Baqarah,2: 214) Beberapa minggu lalu aku memanjat sebuah do'a. Ternyata Allah tak mengabulkan. Aku mencoba bertanya kenapa, dan Allah pun memberikan jawaban pada ayat cinta-Nya diatas. Dan bersama do'a itu aku kemudian memahami. Dalam pandangan manusia terlihat sempit, sementara dimata Allah begitu lapang. Mungkin seperti begitulah beliau memahami, semua ujian ini hanya seperti jual beli biasa yang keuntungannya adalah Surga. Terbayar lunas bukan? Lalu aku kemudian bertanya lagi. Bagaimana denganku Allah? Bolehkah aku mengadakan ...
Terkadang kami, para anak-anak berada di antara dua hal. Satu sisi, keinginan orangtua untuk melihat kami 'berhasil' dan di sisi lain minimnya kepercayaan orangtua terhadap anaknya itu sendiri. setiap orangtua tentu saja ingin yang terbaik untuk anaknya, tapi buat mereka, anak-anak tetaplah kanak-kanak yang masih ceroboh dalam mengambil keputusan, suka seenaknya sendiri, ataupun masih suka santai bahkan dengan hal yang sangat serius sekalipun... anak-anak butuh kepercayaan penuh setara dengan support yang diberikan orangtua. bukan hanya materi tapi secara ruhani sesungguhnya lebih penting untuk membentengi 'kebebasan' yang bablas. you know what i mean... ketika orangtua menjadi protektif posesif, anak-anak akan menjadi terkekang bagai burung dalam sangkar #eh :D Lalu orangtua ngapain dong? Orangtua punya fungsi pengawasan, evaluasi, dan motivasi. Pengawasan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kepercayaan yang telah di berikan pada anak-anaknya. Evaluasi ...
Image
Mari mengambil sedikit hikmah, terutama untuk diri saya sendiri. Lembah Badar,   17  Maret   624  Masehi, 17  Ramadhan  tahun ke-2 Hijriah Pasca Kemenangan Badar, Rasulullah SAW mengadakan musyawarah dengan para shahabat terkait tawanan perang.  Singkat cerita, Umar r.a menegaskan pendapatnya:  “Bunuh saja semua” Ah, sosok yang begitu tegas, hingga setanpun menyingkir dari jalan yang ia lalui.  Sementara Abu Bakar r.a dengan kelembutan hatinya memberikan pandangan lain:  “Mereka kan masih kerabat kita, kita suruh bayar tebusan saja” Dua Shahabat mulia yang begitu di cintai oleh Rasulullah SAW berseberangan pendapat.  Singkat cerita Rasulullah SAW cenderung kepada pendapat Abu Bakar r.a. Dan kisah selanjutnya turunlah ayat cinta-Nya. Ayat cinta yang membuat Rasulullah SAW dan Abu Bakar r.a menangis tersedu. Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi. Kamu men...

Energi Dakwah

Banyak orang yang keheranan. Ini anak kok gak ada capeknya. Senin sampai jum’at, pergi pagi pulang petang. Habis maghrib juga kadang masih ada ‘pekerjaan’. Sabtu minggu juga gak di rumah kecuali untuk nyuci tumpukan pakean seminggu berjalan. Rumah kadang-kadang jadi tempat singgah saja, untuk mandi dan istirahat, makan hanya makan malam saja yang disempatkan. Haha, sibuknya ngalahin presiden. Ngapain saja? Ya.. itu-itu saja. Rapat. Kajian. Dengerin ceramah, diskusi. Yang semua materinya tentang Agama dari a sampai z. Satu lagi yang gak boleh di-alpa-kan. Melingkar. ;) Itu semua belum termasuk dengan agenda dadakan yang tiba-tiba harus dilaksanakan. Termasuk jadwal kuliah yang kadang-kadang nubruk dan kemudian di absenkan <-- jangan di contoh :D Baiklah.. mungkin nampaknya tak sesibuk itu, hehe Rutinitas itu yang mungkin membuat orang terdekat sering kali bertanya. Terutama Mama (uhibbukufillah Umi :*) “Gak capek?” yang dari awalnya ngomel-ngomel, hingga akhirnya di...

#gagalpaham *part ke sekian..

1.        Dekrit Mursi mengancam demokrasi | iya.. karna kudeta militer adalah bagian dari demokrasi *yeah 2.        Dekrit Presiden: “Pernyataan Konstitusi, Undang-Undang, serta Keputusan Kepresidenan (Dekrit) yang dikeluarkan oleh Presiden mulai tanggal 30 November 2012 HINGGA berlakunya kontitusi dan pemilihan parlemen baru, sifatnya valid dan tak bisa diganggu-gugat. Undang-Undang Darurat Militer: Pasal 3: Presiden mempunyai wewenang mengeluarkan perintah tertulis atau lisan dalam rangka mengambil berbagai tindakan sebagai berikut: a.        Membatasi kebebasan inividu dalam berkumpul, berpindah dan melewati tempat-tempat tertentu atau dalam waktu-waktu tertentu, dan menangkap siapa saja yang dicurigai atau membahayakan keamanan, dan ketertiban umum serta memenjarakan mereka. b.       Memberikan ijin untuk menggeledah orang dan tempat tanpa terikat oleh atu...

#tolakLGBT

Banyak yang akan kontra dengan hal ini. Mungkin merasa akan diperlakukan tak adil atau apalah, saya sendiri kurang mengerti. Tapi inilah jalan yang akan kami tempuh, satu niat kami, menyelamatkan saudara kami, negeri kami dari azab seperti kaum Nabi Luth a.s. Semoga 'mereka' mengerti... klik link  http://www.change.org/id/ petisi/ untuk-komnasham-tolak-pelegalan -lgbt-lesbian-gay-bisexual-tra nsgender  -> isi identitas -> klik tanda tangan -> sebarkan !!

DIA sangat ingin kita masuk surga

Kala Ramadhan tiba, dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka, dibelenggulah setan-setan. Bukankah ini pertanda betapa Dia sangat ingin kita masuk surga? Dia ciptakan neraka sebagai hukuman bagi orang-orang yang lalai hingga ajal menjemput, namun berapa banyak jalan Dia sediakan bagi pengampunan? Sungguh Dia teramat mencintai kita. Dan itu aneh. Jika makhluk mencintai Tuhannya, itu tak aneh. Sebab kita lemah, tak berdaya, tak memiliki apapun selain karuniaNya. Namun Dia, segala Maha, pemilik langit dan bumi, penguasa seluruh alam, mencintai makhluk yang lemah? Yang telah tahu akan durhaka, namun menyediakan jalan pengampunan tiada batas? Sesiapa yang berpuasa dengan keimanan dan keikhlasan, kan diampuni. Demikian telah kerap kita dengar. Duhai, sebelas bulan kita bergelimang menikmati maksiat, dan bisa terhapus dalam sebulan saja? Sungguh terlalu diri yang tak memanfaatkannya. Namun memang tabiat nafsu yang sulit tuk istiqamah sebulan penuh. Maka diringankan, “Sesiapa ...
Dari ‘Aisyah ra. saya berkata:  Saya bertanya kepada Nabi saw: “Pernahkah engkau mengalami penderitaan yang lebih berat dari perang Uhud?”  Beliau menjawab: “Sungguh, aku telah mendapat penderitaan karena (perbuatan) kaummu sedangkan yang paling berat adalah pada hari Aqabah. Ketika aku menyempatkan diri untuk mengajak putera Abd Jalil bin Kulal, ia tidak menyambutku sebagaimana harapanku. Kemudian aku pergi dengan perasaan sedih sekali dan tidak sadar. Namun sesampai di Qarnuts Tsa’alib aku sadar dan mengangkat kepalaku. Waktu itu aku dinaungi oleh awan. Setelah aku memandangnya, ternyata disitu ada malaikat Jibril as. ia memanggilku seraya berkata: ‘Sesungguhnya Allah Ta’ala mendengar kaummu mencela dan menolak ajakanmu. Dan Allah mengutus malaikat penjaga gunung untukmu. Ia akan memenuhi apa saja yang kamu kehendaki untuk menyiksa mereka.’ Kemudian malaikat penjaga gunung memanggilku dan mengucapkan salam seraya berkata: ‘Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah telah mendengar u...

#InternalBelief

Ini merupakan hasil copasan (lagi-lagi) dari  http://www.pkspiyungan.org/2013/05/mustread-internal-belief-kultwit.html  yang merupakan kultwitnya @jendralgagah. Check this out!! ^^ Manusia telah bisa mengakses informasi dari sekitarnya sejak masih janin dalam kandungan. Sejak otak terbentuk sempurna. Setelah sempurna otak terbentuk, jadilah ia sebuah hardware.Lalu Allah anugerahi software yg bernama subconscious mind. Fungsinya sbg 'data storage', alias pusat penyimpanan informasi yg diterima dari luar diri. Janin telah bisa mnyimpan data. Itu mengapa, ibu hamil dianjurkan sering berkomunikasi dgn janin. Memperdengarkan yg baik. Janin akan menyerap semuanya. Itu pula sebabnya, kata nenek saya, ibu hamil diusahakan jangan sampai mendengar, melihat, merasakan semua yg buruk. Karena apapun yg dilihat, didengar, dirasakan sang ibu, akan dilihat, didengar, & dirasakan pula oleh janinnya. Amazing! Jika yg diakses oleh panca indera sang ibu buruk, maka buruk p...

Poligami

Image
Ho..ho.. Pokok bahasan yang satu ini sensitifnya luar biasa. *ngajak berantem* Waktu dibahas di kelas kemarin juga hasilnya begitu. Mau yang sudah nikah, mau yang belum nikah, hebohnya ngalahin suara orang sekampung. Sementara kaum Adam di kelas cuma bisa diem-diem ngangguk. Haha :D Yang berani menimpali cuma Pak Dosen, Om Ical, Om Is, Pokoknya yang sudah diakui ke'senior'an-nya di kelas. Selebihnya, kalem aja ya.. daripada kena semprot juga.. ;) Bismillah.. QS An-Nisaa,4: 3 Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.  (QS An-Nisaa,4 :3) Ilmu saya belum sampai sini, tapi tak ada salahnya bila kita lihat sisi poligami d...

janji-janji kebaikan

Bismillah. Kemarin. Menjelang azan magrib berkumandang. Gadis kecil berumur sekitar 10-12 tahun masih lantang berteriak. Meneriakkan nama kue yang ia jajakan. Yang saya tau, tiap pagi ia juga melakukan hal yang sama. Melihat si gadis kecil, saya jadi ingat masa kecil dulu, kurang lebih sama seperti itu, nenek yang akan menggoreng pisang dan saya dengan riangnya akan menjajakan ke seluruh pelosok negeri Wayame. Hehe.. Ya... bakalan riang kalau semua pisang goreng saya laku sebelum dijual tanpa harus teriak-teriak lagi, dan akan cepet lelah kalau ternyata rezeki kami belum semeriah rizki kemarin. Dan nenek akan dengan ramahnya meminta saya istirahat saja. ;) So miss u nek.. :* Semoga Allah menempatkanmu di tempat-Nya yang terbaik. *Back to topic. Setiap orang punya jalur rizkinya masing-masing. Well. Saat itu juga saya merasa jadi hamba yang terlalu banyak mengeluh. Apalagi melihat tumpukan laporan Senin kemarin. Uh! #ditimpukberkas Maka setiap hamba sudah sepatutnya berusaha. J...

Apakah masih ada manfaatnya?

Oleh : Cahyadi Takariawan “Seminar ini tidak mengubah apa-apa”, kata seorang wanita peserta Seminar Nasional yang digelar Lemhannas RI tadi pagi (09/11/2010). “Ada, walaupun sedikit”, jawab Kombes Pol Suko Raharjo yang menjadi mitra bicaranya. Saya sering mendengar ungkapan seperti itu. Ungkapan keputusasaan, kegelisahan, kekecewaan, dan tiada harapan. John Rambo pe rnah mengucapkan kalimat seperti itu kepada rombongan misionaris gereja di bawah pimpinan Michael Burnet dan Sarah Miller, yang akan berangkat ke Myanmar. “Kamu tidak akan mengubah apapun”, kata Rambo. Namun para misionaris tetap berkeyakinan ada yang bisa mereka perbuat di Myanmar. Tapi ini terjadi di film Rambo IV. Dalam kehidupan keseharian di tanah air kita, terlalu banyak kekecewaan dan keputusasaan masyarakat menghadapi realitas yang sulit berubah. Sikap apatis muncul dari kondisi seperti ini, sehingga banyak corak praktis dan pragmatis yang mewarnai pola hidup masyarakat. Dalam Pemilihan Umum untuk Anggota Legislatif...

Negeri Lucu

Negeri ini semakin hari semakin lucu. Ada saja kisahnya. Anak menuntut ibu di pengadilan. Remaja gak bisa ikut UN karena dikeluarkan dari sekolah karena menghamili pacarnya. Dan tak ketinggalan, telur (yang dianggap) ajaib karena bentuknya yang gak memenuhi syarat sebagai telur. Yah... semua keajaiban itu akhirnya jadi lucu. Semakin lucu ketika Tuhan gak lagi eksis dalam kehidupan. Sekedar simbol pembeda antara hewan dan manusia yang (katanya) punya agama. Hm... Begitukah?

Membawa kakiku berlari menjauh.. Namun hatiku tertinggal di sana..

Aku tak merasa kalah dlm perjuangan ini. Aku hanya merasa lelah yg teramat sangat. Setelah mengurung diriku dlm tribulasi yg tak pernah berhenti. Aku seperti tertusuk duri yg tak tahu seberapa dlm meninggalkan luka perih. Menikmati sakitnya, hingga tak bida lgkubedakan mana tangis, mana tawa...dua2nya telah menjadi sat u dlm butiran nelangsa... Terbata dlm kata... Tertatih dlm jejaknya...dan tersia-sia dlm rekah bahagia... Aku mungkin belum kalah, tp yg pasti aku mulai merasa jenuh. Membawa kakiku berlari menjauh dr "koloni" itu... Namun kutemukan, ternyata hatiku berkhianat! Bagaimana mungkin aku bisa menjauh? Sedang derap perjuangan ini seperti darah yg mengaliri nadiku Seperti oksigen yg mengisi paru-paruku.. Dapatkah kau bayangkan ragaku tanpa darah? Dapatkah kau bayangkan metabolisme tubuhku tanpa oksigen? Mustahil...ya...mustahil. Langkah mungkin menjauh... Tapi yg pasti, hatiku tertinggal "disana"... Mungkin saatnya aku berpikir ulang tentan...

MATEMATIKA DA’WAH

Ini katanya: Da’wah itu kayak matematika yang penuh dengan angka-angka, apabila kita bisa mengotak-atik angka-angka itu dengan baik maka kita akan senang dengan angka-angka itu, tapi kalo kita gak bisa/ gak usaha pasti akan merasa bosan, bukan hanya bosan, lihat angkanya aja udah gak minat. Haha :D Ketahuan banget yang nulis bukan dari dunia matematika. Ampun ya mbah... Da’wah itu menyenangkan, se-menyenangkan belajar matematika. Da’wah itu rumit. Riwehnya minta ampun, makanya yang mau terjun ke dunia dakwah juga sedikit, sesedikit penikmat matematika. Identitas pelaku matematika itu pake kacamata, killer, dan rada-rada menyeramkan. Identitas pelaku dakwah itu jilbab-an, sarung-an, nah, yang beda, mereka gak killer apalagi menyeramkan. Bisa juga melucu. Tapi pada tempat dan sesuai kadarnya toh... Ye.. gak percaya? Tak kenal maka ta’aruf-lah... biar bisa cinta sama mereka ^^ Da’wah itu mampu me-luar-biasa-kan yang biasa. Se-luar-biasa rumus-an geometri. Matematika i...

Ketika Hati Rindu Ingin Menikah

Berawal dari  note  seorang ukhti shalihah yang bertemakan kerinduan hati akan sunnah yang indah ini... Duh, katanya sih nikah itu sesuatu banget. Lha gimana ga sesuatu, yang dulunya dikecam jadi dipuji, yang dulunya haram jadi halal, yang dulunya dulunyaa.. he..he.. Well, balik lagi ke niat awal menulis artikel ini, meski diri belum menggenapkan separuh Diin, izinkan untuk berbagi.. semoga ada manfaatnya, kalopun nanti ada yang kurang berkenan dan salah mohon dimaafkan dan diluruskan.. ^_^ Ketika Hati Rindu Ingin Menikah, "Innamal 'amalu binniyat..."  setiap amalan -termasuk nikah- berkualitas tidak nantinya dimulai dari niat. Sepakat ya? sipks.. kalo penginnya asal nikah/asal laku/asal kagak mbujang biar ga malu sama temen-temen yang udah 'nyolong' start duluan ya kualitas keluarga yang dibentuk nantinya juga asal ada, asal jadi, asal-asalan. Na'udzubillahi min dzalik yaa Rabbana... Tapi kalau niatnya LILLAH -karena Allah semata-, kemudian caranya B...

Ia, bukan waktu sisa

Dakwah adalah prioritas. Bukan waktu sisa. Sudahkah kita? Atau rutinitas itu adalah hanya pengisi waktu luang dari segala aktivitas lain diluar sana. Pernahkah ia? Dijadikan yang utama, bukan sisipan dikala sempat saja. Kadang kita lupa, kitalah yang membutuhkannya. Ia tak butuh kita. Ia akan tetap berjalan seperti biasanya. Bersama mereka yang tulus mencintainya, membersamainya, dan tak lelah meski 24 jam nampaknya tak bersisa untuk semenit waktu mengistirahatkan raga. Sudah sampai mana kita? Saya?
#cintaitu IMAN. #bahagiaitu BERSYUKUR.
Kau mengenalnya. Senyumnya. Hingga setiap candaan yang keluar dari mulutnya. "Cepat sembuh pak. Katong manyanyi Ayu ting-ting lai.. ka apa ka.. apa ka...  apa ka..." Dan setiap kali goresan tinta menuliskan hal yang sama. Kehilangan. Haruskah ia menjadi bagian dari part-part kecil dalam gigabyte tak hingga? Bukankah rasanya tetaplah sama! Bukankah ia niscaya! Pasti! Maaf pak, waktu itu aku tak suka kau panggil Ulu. Hanya karena tak suka saja. Lalu dengan manisnya kau memanggilku dengan Ul lagi. Aih.. aku ingin melihat senyummu lagi. Tapi Allah lebih ingin kau kembali. Untuk kehilangan yang kesekian kali. Selamat jalan pak.