Posts

Showing posts with the label Puisi

Cahaya Bulan

akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui apakah kau masih selembut dahulu memintaku minum susu dan tidur yang lelap sambil membenarkan letak leher kemejaku kabut tipispun turun pelan-pelan di lembah kasih lembah Mandalawangi kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram meresapi belaian angin yang menjadi dingin apakah kau masih membelaiku semesra dahulu ketika kudekap, kau dekaplah lebih mesra lebih dekat apakah kau masih akan berkata ku dengar detak jantungmu kita begitu berbeda dalam semua kecuali dalam cinta cahaya bulan menusukku dengan ribuan pertanyaan yang takkan pernah ku tahu dimana jawaban itu bagai letusan berapi bangunkan ku dari mimpi sudah waktunya berdiri mencari jawaban kegelisahan hati Cahaya Bulan, Soe Hok Gie Aku ingin semua kembali seperti biasa. Aku, kamu, dia, kita. Kembali seperti dulu. Saat hari minggu ter...

I'm Speechless :')

Seandainya kau dilahirkan nanti, ketahuilah bahawa dunia ini hanya sementara, janganlah kau leka mengejarnya, nanti kau akan kecewa diakhirnya. Seandainya kau dilahirkan nanti, akan ku didik dirimu dengan agamaNya agar kau sedar akan tugasmu, agar kau sedar akan dirimu. Seandainya kau dilahirkan nanti, akan ku didik dirimu menjadi mujahid, yang dapat membela agama, sehebat Salahudin Al-Ayubi,  sebijak Muhammad Al-Fateh. Seandainya kau dilahirkan nanti, akan ku didik dirimu mengenalNya, agar kau miliki rasa cinta padaNya, agar kau mencintaiku keranaNya. Seandainya kau dilahirkan nanti, akan ku benihkan cinta dalam hati mu, akan ku benihkan kerinduan dalam dirimu, cinta dan kerinduan buat KekasihNya, Muhammad. Seandainya kau dilahirkan nanti, akan ku didik dirimu dengan dakwah, agar kau mampu menjadi seperti matahari, membawa manusia makrifat kepadaNya.  Seandainya kau dilahirkan nanti, akan ku doakan kesejahteraan buatmu, di dunia...

Note's #2

Kalo yang ini lebih jadul lagi.. 'Ketika Cinta...' Cinta… Membuatmu tersenyum sendiri. Membuatmu menangis haru. Membuatmu memerah malu. Ia datang tanpa permisi… Mengetuk hati setiap insan… tanpa terkecuali! Si miskin yang benar-benar tak punya, Bahkan si penjahat yang bejat sekalipun! Cinta… Menjagamu tetap memiliki rasa, Memiliki senyum, Memiliki fitrahmu sebagai manusia biasa, Yang tak bisa menghindar dari kekuatannya. Cinta… Begitu abstraknya ia… Ketika cinta datang, Ia akan menyentuhmu dengan kelembutannya, Menyapamu dengan kasih sayang, Menegurmu dengan senyuman, Ia masuk ke sela hatimu yang terdalam, Hingga begitu sulit untuk keluar… Cinta… Ia tak kan salah dalam memilih. Memilih dia untuk menjaga dan membimbingmu, Memilih dia yang akan menjadi imammu, Memilih dia yang akan kau lihat setiap pagi. Dia yang akan bersamamu dalam surga. Dunia dan akhiratmu… Cinta… Tercipta abadi dari Sang Maha Cinta… Hingga nanti saat ia tiba, “Biarl...

Kerendahan Hati_Taufik Ismail

Image
Kalau engkau tak mampu menjadi beringin Yang tegak di puncak bukit Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik, Yang tumbuh di tepi danau Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar, Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang Memperkuat tanggul pinggiran jalan Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya Jadilah saja jalan kecil, Tetapi jalan setapak yang Membawa orang ke mata air Tidaklah semua menjadi kapten Tentu harus ada awak kapalnya… Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi Rendahnya nilai dirimu Jadilah saja dirimu…. Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri