Posts

Showing posts with the label Books

Tuhan Maha Romantis ~ henoviqbal, OST Novel Tuhan Maha Romantis

Image
ku bicara pada udara yang tak pernah pahami rasa rindu setengah mati mendera hati ku bicara pada bulan purnama yang tak pernah selalu ada seperti dirimu, yang jauh dariku kini semua tlah usai jarak telah luruh rindu telah kita sulam menjadi temu Tuhan-lah yang Maha Romantis tuliskan kisah fantastis pertemukan kita, lalu bersemilah cinta Tuhan-lah yang Maha Romantis tuliskan kisah fantastis menyatukan gambar kita, dalam bingkai yang apa adanya ku bicara pada bulan purnama yang tak pernah selalu ada seperti dirimu, yang jauh dariku kini semua tlah usai jarak telah luruh rindu telah kita sulam menjadi temu Tuhan-lah yang Maha Romantis tuliskan kisah fantastis pertemukan kita, lalu bersemilah cinta Tuhan-lah yang Maha Romantis tuliskan kisah fantastis menyatukan gambar kita, dalam bingkai yang apa adanya ketika ekspresi rindu adalah do’a semua cinta adalah jalan surga Tuhan-lah yang Maha Romantis tuliskan kisah fantastis pertemukan kita, lalu bersemilah cin...
Cinta akan lenyap dengan lenyapnya sebab.. (Ibnul Qayyim Al Jauziyah, dalam Raudhatil Muhibbin) NPSP hal. 34 ~ Salim A. Fillah

Berjuta Rasanya ~ Tereliye

Image
Untuk kita, yang terlalu malu walau sekadar menyapanya, terlanjur bersemu merah, dada berdegup lebih kencang, keringat dingin di jemari, bahkan sebelum sungguhan berpapasan. Untuk kita, yang merasa tidak cantik, tidak tampan, selalu merasa keliru mematut warna baju dan pilihan celana, jauh dari kemungkinan menggapai cita-cita perasaan. Untuk kita, yang hanya berani menulis kata-kata dalam buku harian, memendam perasaan lewat puisi-puisi, dan berharap esok lusa dia akan sempat membacanya. Semoga datanglah pemahaman baik itu. Bahwa semua pengalaman cinta dan perasaan adalah spesial. Sama spesialnya dengan milik kita, tidak peduli sesederhana apapun itu, sepanjang dibungkus dengan pemahaman-pemahaman baik. #soon... ;)

5cm ~ new cover ^^

Image
 

Refrain, Saat Cinta Selalu Pulang ~ Winna Efendi

Image
Tidak ada persahabatan yang sempurna di dunia ini. Yang ada hanya orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya. Ini bisa jadi sebuah kisah cinta biasa. Tentang sahabat sejak kecil, yang kemudian jatuh cinta kepada sahabatnya sendiri. Sayangnya, di setiap cerita harus ada yang terluka. Ini barangkali hanya sebuah kisah cinta sederhana. Tentang tiga sahabat yang merasa saling memiliki meskipun diam-diam saling melukai. Ini kisah tentang harapan yang hampir hilang. Sebuah kisah tentang cinta yang nyaris sempurna, kecuali rasa sakit karena persahabatan itu sendiri. Bulan emas tinggal separuh Bintang-bintang sangat pemalu Kau terduduk di sampingku Aku lantas mencintai bayangmu Kau menoleh untuk tersenyum Hatiku berserakan… lebur dan lepuh Plain melodies Simple guitar chords Your humming to my songs Lyrics of the hearts …and the rhymes of the moon Make the best night music Night music That belongs to you and I It’s alway...

2 ~ Donny Dhirgantoro

Image
the book Ingat, kamu perempuan, kalau kamu mau nangis, nangis aja… tapi kamu harus punya alasan kuat untuk itu, banyak perempuan menangis untuk sesuatu yang sia-sia, kamu perempuan Gus, kalau kamu mau nangis, nangis aja… tapi menangislah untuk sesuatu yang baik, bukan sesuatu yang sia-sia… Jangan pernah meremehkan kekuatan seorang manusia, karena Tuhan sedikitpun tidak pernah. Aku adalah seorang wanita, aku adalah kekuatan, aku adalah kelembutan, aku adalah ibu dari cinta. Hidup diantara cinta adalah luar biasa, semua benar-benar hidup, ketakutan menjadi kekuatan, keraguan menjadi keyakinan dan impian menjadi kenyataan. Seperti sore yang menutup tirai siang, menyambut datangnya malam, seperti pagi yang menyibak tirai malam menyambut hari baru yang datang, sebuah cinta bergerak, mengubah, memenuhi, dan memperbaiki segalanya. Karena tadi pagi saya melihat ia berlari… seakan ia berkata ke saya… bahwa tidak ada hidup yang sempurna, hanya seorang pengecut yang mengingi...

Senja Bersama Rosie ~ Darwis Darwis

Image
the book Baiklah. Ini bukan hobi baruku, namun sudah beberapa kali aku melakukannya. Menulis resensi atau lebih tepatnya menulis tentang hal-hal menarik tentang buku yang ku baca, tentang pelajaran yang ku ambil, tentang kisah yang berkaitan dengannya, tentang tokohnya, tentang alur ceritanya, tentang apa saja yang berkaitan dengan buku itu. Aku bukan penulis berbakat. Tentu saja. Namun aku menyadari, ternyata lebih mudah menulis daripada berbicara. Apalagi ditambah aku yang suka ciut nyali mendengar komentar negative orang lain. Uh! Mental kerupuk… ^^ Selamat pagi. Yang pasti aku menulis ini tidak saat pagi. Tapi buku yang kubaca kali ini memuat kalimat yang sama pada bab pertamanya. Selamat pagi. Untuk janji yang indah hari ini, untuk malam yang terlewati sebelumnya, untuk kisah dan harapan yang menggelayut diujung dedaunan. Tentang pagi bagiku. Kadang kala aku tak sempat mengucapkan selamat pagi. Sibuk dengan pikiranku yang melanglang buana. Menghembuskan nafas panjang mem...

Note's #3

Image
Last but not least.. Udah lama pengen ngepost, tapi entah kenapa baru nyadar kalo post-an-nya cuma sampe di FB doang... hehe ^^ 'Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin ~ Tere Liye' Aku menghela nafas panjang. Tanganku pelan menyentuh kaca yang berembun. Dingin seketika menyergap ujung jari, mengalir ke telapak tangan, melalui pergelangan, menerobos siku, bahu, kemudian tiba di hatiku. Membekukan seluruh perasaan. Mengkristalkan semua keinginan. Malam ini, semua cerita harus usai. Seperti menemukan bagian yang hilang dalam kehidupan kami. Entahlah. Saat itu aku berpikir. Berdoa. Semoga dia menjadi bagian dalam hidup kami. Dan sungguh Tuhan, aku tidak tau apakah itu kabar baik atau buruk, ternyata Engkau mendengarnya. Kebaikan itu seperti pesawat terbang, Tania. Jendela-jendela bergetar, layar teve bergoyang, telepon genggam terinduksi saat pesawat itu lewat. Kebaikan merambat tanpa mengenal batas. Bagai garpu tala yang beresonansi, kebaikan menyebarkan dengan ce...

Hujan dan Teduh ~ Wulan Dewatra

Image
Kepadamu, Aku menyimpan cemburu dalam harapan yang tertumpuk oleh sesak dipenuhi ragu. Terlalu banyak ruang yang tak bisa aku buka. Dan, kebersamaan cuma memperbanyak ruang tertutup. Mungkin, jalan kita tidak bersimpangan. Ya, jalanmu dan jalanku. Meski, diam-diam, aku masih saja menatapmu dengan cinta yang malu-malu. Aku dan kamu, seperti hujan dan teduh. Pernahkah kau mendengar kisah mereka? Hujan dan teduh ditakdirkan bertemu, tetapi tidak bersama dalam perjalanan. Seperti itulah cinta kita. Seperti menebak langit abu-abu. Mungkin, jalan kita tidak bersimpangan… Terbang menghempas air. Nelayan-nelayan bertopi bambu mendorong perahu ke tepi Anak-anak berlari Meninggalkan jejak kaki kecil di pasir Yang terhapus ombak kemudian Kelakar dan tawa diterbangkan angin ke atas tebing Deburan ombak menghempas karang angkuh yang bergeming Mengejek sayatan pilu yang didesaukan angin dari cakrawala lain Dia yang bermain-main terhempas disini Ditempat tersepi dari kesendirian...

Friend Love Ship ~ Ifa Avianty

Image
the book Ditemani mie goreng pedas plus telor mata sapi, 2 potong pisang goreng, 2 buah apel, belasan kelengkeng, 1 mug besar air putih. Kurang dari 24 jam, 349 halaman (belum termasuk catatan geng rame-nya) selesai juga. Awalnya mau di tangguhkan dulu setelah antrian “Shirah Nabawiyah” sampe “Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah” selesai, atau paling tidak deadlinenya Ms. Calculator udah beres eksekusinya. Ya ampun, diluar rencana tergoda juga saat baca tuh resensi. Kisah dua belas Wallflowers (Sop, Tere, Anna, Happy, Sonia, Lea, Astrid, Fe, Tris, Sisil, Daisy, Pita) yang agak-agak desperate nyari sosok si Adam. (bukan Uda Adam ye,,) secara udah kepala tiga semuanya. Dua belas-dua belasnya, bukan salah satunya. Ditemani juga sama belasan lagu, dari nasyidnya Brothers sampe Baby-nya Justin Bieber. Diiringi “Wanita Yang Kau Pilih”nya Teh Oca waktu si Kampret Legend melamar Tere. Di kebun teh, gerimis pula, romance… pengen gigit-gigit tuh buku… Akustikan “If you’re not the o...