Posts

Showing posts with the label Hujan

Hujan Bulan Juni

tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu ~Sapardi Djoko Damono Telah Juni dan sedang hujan. Sudah sampai mana perjalananmu?

#NulisRandom2015 #4 #30harimenulishujan #Day4

Hujan Pertama di Bulan Juni Kamu hanya perlu menikmatinya. Menutup mata sembari mengikuti irama tariannya. Meresapi dalam dalam nyanyiannya. Bila akhirnya hatimu gerimis bersama gerimisnya. Bila akhirnya pelupuk matamu basah bersama derasnya.. Larutlah. Tengadahkan tangan dan biarkan rintiknya menempus telapak. Berbisik tentang rindu yang sesak, tentang mimpi yang mengendap. Lalu seolah sedang memutar ulang cerita-cerita tentang kenangan. Gigabyte yang sama. Langit yang sama. Biru-abu-abu yang sama. Hujan yang sama. Jika suatu hari kita bersua dan kamu bertanya mengapa aku tak pernah lupa, maka inilah jawaban yang aku punya. Karena aku tak pernah belajar tentang melupakan. Aku hanya belajar tentang melepaskan. Dua hal yang berbeda yang mungkin tak pernah kamu mengerti, karena kamu... pada hari tu... menjadi yang dilepaskan...  Aku tak ingin lupa, karena dengan mengingatmu adalah caraku merindukanmu. Aku belajar menikmati sepenggal duniaku tanpamu.  Aku meme...

lelaki oktober

Tentangmu aku sanggup merangkai aksara, tapi ketika oktober datang, aksaraku hanya sampai pada satu kata. Rindu. Pada oktober kau buat jutaan kenangan. Bagaimana aku akan berhenti mengenang jika jutaan itu baru aku lalui di oktober yang ke-13 kali ini. Aku rindu untuk ke sekian kali, meski tak pernah aku bisikkan ke telingamu, aku rasa kamu tau tentang itu. Kamu selalu tau, meski di depanmu aku mengelak. Untuk lelaki oktoberku, yang membuatku jatuh cinta pertama kali dan berk ali-kali. Aku rindu, sungguh rindu... ~ Adakah rindumu untukku?

Draft

Hanya sebuah draft. Lama juga tak 'melampiaskan' uneg-uneg pada tuts keyboard. Apalagi musim hujan begini, Melownisasi merajalela... :') Tak ada yang istimewa, masih saja semuanya sama. Tumpukan berkas, deadline, rindu cuti, homesick, perkuliahan, bla.bla.bla dan sayangnya hingga detik ini berdamai dengan semua itu masihlah sulit. Sekian
It's night It's cold It's rain It's love It's me ;) 21:05

Lluvia..

It’s mean hujan. In Spain :) Dulu gak suka hujan. Takut banjir, trus tenggelam, kelelep… haha :D Sekarang… Suka hujan. Hujan itu rahmat :) Hujan itu anugerah. Hujan itu tenang. Hujan itu melodi. Menari. Melaju. Merdu. Malam ini hujan. Deras. Deras sekali. Menumpahkan jutaan gallon air ke bumi. Dalam malam. Gelap. Aku? Ketika menarikan tinta pena ini, sedang berada di kampus. Ruang kelas E1. Paling belakang. Pojok kanan. Ditemani #db yang memainkan playlist Noey 118 lagu. Acak. Menunggu dosen. Dan tentu saja, basah kuyup. ;) 26.05.2012, 20:22

it's friday night

it's friday night rainy, get wet and nge-becak ria to ACM... 09.03.2012, 21:04

Just rainy ^^

Lama tak menikmati hujan. Merasakan bulir-bulir air yang jatuh di telapak tangan Jadi bahan lirik-lirikan sesama penunggu angkot. Norak? Bodo amat-lah... Aku hanya penikmat hujan kali ini. 19:22, 06.03.2012

Nongkrong di depan warnet

Nongkrong di depan warnet. Bengong. Menatap mobil dan motor yang lalu lalang. Flat. Ditemani oleh snack terenak sejagat raya, Taro net rasa seaweed plus minute maid pulpy orange. Punya gadget canggih tapi tetap gak bisa online gara-gara lupa beli sinyal. Ya nasib.. ya nasib.. Ditambah gerimis jadi backsound-nya, maka lengkaplah sudah. Haha Dan dasar otak gaptek! Bisanya cuma memanfaatkan si #db sebagai pengganti kertas dan pulpen. Untungnya gak lama kemudian ada mas-mas yang selesai menggunakan jasa warnet. Entah karena benar-benar sudah selasai, kasian, atau bosan liat mukaku yang pasang tampang memelas. Dan… tet toret toret. I am online. Yeah! Sebenarnya tujuan utamanya bukan untuk online, tapi mau membalas message dari Book Store yang sudah ku booking bukunya sekitar 2 minggu lalu. Kebetulan kontaknya lewat facebook juga. Maaf ya sebelumnya, telat, aku sibuk #soksibuk hehe ^^ Yah, skalian update status, ngecek blog (siapa tau ada new friend list), chatting,...

Welcome to deadline….

Image
Welcome to deadline…. Haha :D Mulai terbiasa menikmati kesibukan akhir triwulan ini. Dari yang linglung sampe bodo amat. Dari yang maksa tidur jam 3 pagi sampe subuh nyaris bablas… Ditemani broery sampe avril lavigne :D Masih sempat-sempatnya menyibukkan diri dengan keliling gramed demi… (saya tekankan!!) DEMI.. “life traveler”nya si musuh besar :D (guweh emang angel nek :P) Masih sempat juga berbandel ria. Menampakkan diri ketika azan ashar nyaris berkumandang :D *geleng2* Kata el-el : “su sore…” :D Sudah ya.. kan lagi sibuk… ^^

Hujan Hari Ini

Image
Dia masih disitu. Duduk bersila. Entah menantang, entah menikmati, entah bersungut... Bukan salah hujan. Ia datang untuk menyuburkan tanah tempat kamu dan aku mencari penghidupan. Lalu mengapa masih saja berseru, kalau tak hujan mungkin akan lebih baik..

Sometimes it’s too rain..

Sejak kapan aku menyukai hujan?? Ng.. mungkin sejak seorang sahabat (baca: musuh besar ) mengenalkanku pada hujan. Terlebih lagi ketika Bang Tere pernah menyinggung sebuah kalimat: “Orang yang membenci hujan adalah orang yang tak pernah membaca kitab-Nya”. No.. dulu aku bukan membenci hujan, tapi hanya panik tak beralasan. Aku takut kebanjiran. Apalagi bila hujan diiringi melodi petir dan geledek. Tambah ciutlah nyali ku. Bila malam tiba dan hujan turun seperti itu, maka aku akan terbangun dan mengendap-ngendap ke kamar mama-papa, tidur di bawah kaki mereka. ;) Cuaca kota kelahiranku tercinta, Ambon. Sejak Mei kemarin sepertinya hujan enggan berhenti, maka aku pun melanglang buana bersamanya. Hujan yang ritmis, hujan yang penuh, gerimis, rintik, hujan yang menari-nari. Bersama deadline yang sepertinya enggan menepi. Sometimes it’s too rain. Aku ditemani sisa-sisa hati, rindu yang tiba-tiba menyapa. Ngilu. Mellow. Perlahan. Kemudian terbentuk sebuah warna abu-abu. Kemana aku? Mu...

July 31, 2011

Saat dunia tampak begitu rumit, apa yang ku lakukan? Aku berlari... Menikmati lautan atau sekedar jalan-jalan tanpa tujuan jelas. Namun lihatlah mereka. Para bocah. Lucu. Menggemaskan. Malaikat kecil ciptaan Tuhan. Menatap lugu sebuah kapal. Mungkin yang tersirat dibenaknya adalah sebuah kekaguman: "kapal yang sangat besar" . Aku? Menatap datar. Menjadikan kafe sebagai arena bermain yang paling menyenangkan. Meja. Kursi. Berlari. Tertawa. Aku? Menatap bosan pada pengunjung yang lalu lalang. Dunia mereka yang sederhana dan ceria. Duniaku yang rumit dan monoton. 31.07.2011 Menjelang Ramadhan. Hujan. Biru.

Hujan dan Teduh ~ Wulan Dewatra

Image
Kepadamu, Aku menyimpan cemburu dalam harapan yang tertumpuk oleh sesak dipenuhi ragu. Terlalu banyak ruang yang tak bisa aku buka. Dan, kebersamaan cuma memperbanyak ruang tertutup. Mungkin, jalan kita tidak bersimpangan. Ya, jalanmu dan jalanku. Meski, diam-diam, aku masih saja menatapmu dengan cinta yang malu-malu. Aku dan kamu, seperti hujan dan teduh. Pernahkah kau mendengar kisah mereka? Hujan dan teduh ditakdirkan bertemu, tetapi tidak bersama dalam perjalanan. Seperti itulah cinta kita. Seperti menebak langit abu-abu. Mungkin, jalan kita tidak bersimpangan… Terbang menghempas air. Nelayan-nelayan bertopi bambu mendorong perahu ke tepi Anak-anak berlari Meninggalkan jejak kaki kecil di pasir Yang terhapus ombak kemudian Kelakar dan tawa diterbangkan angin ke atas tebing Deburan ombak menghempas karang angkuh yang bergeming Mengejek sayatan pilu yang didesaukan angin dari cakrawala lain Dia yang bermain-main terhempas disini Ditempat tersepi dari kesendirian...

te extraño papá

Image
Mereka bercerita tentang rindu. Sementara aku memilih menikmatinya. Ketika tiba-tiba ia datang, aku lebih memilih bercerita pada diri sendiri atau diam dalam keramaian sambil memikirkannya. Kadang terbawa. Sampai senyum-senyum sendiri bahkan menangis. Biar saja orang-orang di angkot berkata apa. Mereka tak pernah tau perjalananku. Rindu yang menguatkan. Rindu yang kadang sesak. Rindu yang membuat bayang wajahnya seolah nyata. Rindu yang membuatku berandai, yah! Andai dia ada disini… Aku terus menikmatinya. Lebih lagi ketika hujan. Aku rindu. Andai dapat ku katakan seperti biasanya. Andai ia tau. Andai mereka tau.

Acak

Image
Pikirku melanglang buana. Singgah ke sebuah sudut sempit. Aku mencium wanginya. Nyaman. Hangat. Teduh. Ada sebuah rasa menelusup. Pelan, namun terbaca olehku. Pasti. Rasa yang selalu sama namun dalam kapasitas berbeda. Atau mungkin ia bagian dari lelah. Pernahkah kalian mendengar irama hujan? Aku nyaris tidak. Bahkan dulu tak pernah. Malah takut ketika hujan turun. Memeluk si Princess Rabbit sambil duduk di depan pintu, berharap. Semoga tak banjir. :) Kini hujan seperti menemani. Menari. Seperti rintik malam kemarin, bahkan aku tak hirau dengannya, karena hujan kini sahabatku. Sakit kepala bahkan mengalahkan iramanya. Namun aku masih bisa menikmati. Harum tanah yang basah, kepulan asap gerobak gorengan, nyanyian kernet mobil, Hujan yang penuh. Seperti isi kepalaku. Pernahkah kalian menonton sebuah sinetron, atau film mungkin. Aku bukan penyuka cerita horror. Namun pernahkah cerita itu berkisah tentang si pemeran utama yang koma, kemudian ruhnya terpisah dengan jasad....