Posts

Showing posts with the label Ramadhan

DIA sangat ingin kita masuk surga

Kala Ramadhan tiba, dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka, dibelenggulah setan-setan. Bukankah ini pertanda betapa Dia sangat ingin kita masuk surga? Dia ciptakan neraka sebagai hukuman bagi orang-orang yang lalai hingga ajal menjemput, namun berapa banyak jalan Dia sediakan bagi pengampunan? Sungguh Dia teramat mencintai kita. Dan itu aneh. Jika makhluk mencintai Tuhannya, itu tak aneh. Sebab kita lemah, tak berdaya, tak memiliki apapun selain karuniaNya. Namun Dia, segala Maha, pemilik langit dan bumi, penguasa seluruh alam, mencintai makhluk yang lemah? Yang telah tahu akan durhaka, namun menyediakan jalan pengampunan tiada batas? Sesiapa yang berpuasa dengan keimanan dan keikhlasan, kan diampuni. Demikian telah kerap kita dengar. Duhai, sebelas bulan kita bergelimang menikmati maksiat, dan bisa terhapus dalam sebulan saja? Sungguh terlalu diri yang tak memanfaatkannya. Namun memang tabiat nafsu yang sulit tuk istiqamah sebulan penuh. Maka diringankan, “Sesiapa ...

Marhaban Yaa Ramadhan...

Image

New Comer

Image
Hulung, Senin, 06 Agustus 2012, 17 Ramadhan 1433 H, pukul: kira-kira setengah 8 pagi *tanpanama* atau lebih tepatnya belum punya nama, rencananya mau dikasih nama Reyhan (Ean), tapi belum ada kesepakatan, oh ya... jangan lupa ada nama Papa di belakangnya. REYHAN *titiktitik* ISMAIL (mohon bantuannya) Eh, kalo bisa yang kreatif dikit ya, soalnya si Kakak juga sudah pake nama Ramadhani, padahal lahirnya bulan Sya'ban. Beratnya? 4 kilo lebih, lebihnya silahkan dikira-kira sendiri :D Panjangnya? tantenya yang baik hati ini gak punya data valid.  Alhamdulillah lahirnya normal, di rumah neneknya (ibu dari ibunya) Satu lagi, si dedek anak ke-2 dari kakak laki-lakiku yang juga nomor 2. and he is my first nephew. A.k.a cucu pertama yang berjenis cowok. hm... kalo udah ketemu, nama pemenangnya akan diumumkan sekalian... nah lho,,, haha :D *tantekegirangan* hey, little boy, young ikhwan, welcome to our big family, we love you :* Hakikatnya hidup, ada yang ...

First cuti

Akhirnya bisa ngerasain yang namanya cuti. Akibat persiapan back to campus yang ribetnya minta ampun!! Sebelum penyakit loadingku kambuh lagi, mohon maaf lahir batin ya... ^^ 24.08.2011, 16:09, Ramadhan #day24 cutiiiiiiiiiiiiiiiii........... libuuuuuuuuuuuuuur,,,,,,,,,,, lebaraaaaaaaaaannnnn :D

Our Best Mentor

Mohon maaf sebelumnya, nama diinisialkan... tanpa mengurangi rasa hormat dan rasa kagum kami padamu pak... ^^ Kalo ingat beliau sebenarnya mengulang memori masa-masa bego' mengawali karier di perusahaan tercinta. Belajar dari nol. Benar-benar dari NOL. Bapak kami yang sabar mengajari dan ngomel-ngomel. haha :D Sebenarnya niat beliau untuk mendidik, namun kami-lah (terutama aku) yang merasa linglung dan puyeng. Apalagi keputusan ini-itu, edaran ini-itu, aturan ini-itu, sampai harus revisi makalah dan flowchart berkali-kali, konsultasi berkali-kali, diskusi sambil ngantuk... Padahal sebenarnya si bapak orangnya super kaku, gak bisa di ajak bercanda, apalagi rusuh model kami... huhuu... Menjelang beliau mutasi baru kemudian berasa kangennya. Si Bapak sempat bilang: "Nurul!! barapa hari ni singgah disini tarus!!" . Yah elah Pak... dulu kan juga ruanganku... :'( #berasagakdianggap Kaku-nya si Bapak muncul lagi pas pamitan pindah. Katanya: " beta seng suka mo pam...

Bukber + Reuni_on ^^

Image
Kalah Narsis Rusuh sebelum foto2 Girls area ^^ korban ?? Nazaruddin dan antek2nya ?? :D gagal 1 gagal 2 pren neper day... hehe ^^ @ Rafika's home... 18.07.2011 Ramadhan #day18

Dialogue

Dia menghampiriku. Tersenyum. Kaku. Suasana yang kaku. “apa kabar?” “baik” jawabku “silent is gold? Kau yakini itu?” “tak selalu seperti itu” “lalu?” “kebiasaanmu yang banyak tanya itu belum berubah!” “jawab saja dulu” menatapku Suasana ini benar-benar kaku. “aku tak punya jawaban” “oh ya…? Bagaimana rasanya tak punya jawaban?” . Sinis. Diam. Menunduk. “masih ingin mendengarkanku? Diammu mungkin tak akan menyelesaikan masalah.” Memotong. “aku tak punya masalah!!” “dengarkanlah dulu…” menatapku tajam. “lihatlah kini, adakah kebaikan yang timbul dari diammu? Bisakah kamu mengerti bahwa kami, dia… menyayangimu” “aku tau…” “sekedar tau tak akan cukup!! Seharusnya kamu mengerti…mengertilah… kau membuat segalanya menjadi rumit. Dia bukan orang lain dihatimu” “maaf…” “bicaralah padanya…” Menatapnya. “aku tak tau harus memulai dari mana” “setidaknya kau berusaha. Tak hanya diam saja. Dia mengkhawatirkanmu. Tak ada balasan sms, tak juga telponnya kau angkat. Terlalu lama kau diam dek” Henin...

(bukan) tukang ojek !

Pagi... Seperti biasanya bersiap-siap menuju kantor. Pamit mama yang kayaknya masih pengen tidur sebentar. Lirik jam tangan 08.30 (kebiasaan buruk! telaaaaat...!!) Dan... Clingak-clinguk nyari ojek.. Nyetopin bapak-bapak yang umurnya sekitar 60-an. Pake jaket kulit warna hitam dengan helm lengkap. "tempat speedboat ya pak...!" Sepanjang perjalanan nyanyi lagunya Mas Daniel Bedingfield ~ If You're Not The One I don't know life so far away But I know that its just a trip We'll make it through And I hope you are the one I share my life with And I wish that you could be the one I die with And I'm praying you're the one I've build my home with I hope I love you all my life I don't wanna run away but I can't take it, I don't understand If I'm not made for you then why does my heart tell me that I am Is there any way that I can stay in your arms? 'Cause I miss you, body and soul so strong that it takes my breath away ...

Abu-abu

Kali ini semuanya serba mellow. Entah. Lebih mudah menulis ketika hati dihujani yang serba mellow. Bukan menangis tersedu, hanya sebuah rasa yang singgah dan berwarna abu-abu.. Bila esok tak lagi sama? Adakah jauh lebih baik dari hari ini? Mungkin benar hanya sepihak! Tapi, akan adakah keputusan lebih baik bila kita membicarakannya terlebih dahulu? Siapa yang memulai? Dan kapan? Mengapa kemudian si hati yang tersenyum ketir? Dan bukan kepalsuan jika kemudian minoritas dari kami berucap: "sudah saatnya pergi..." Ya! Hanya minoritas kami yang tak mau bablas dengan akhir yang kosong. Percayalah sobat! Kebanyakan hanya tersandung cinta bukan jatuh (MT) Tak kemudian aku menjadi benar dan bijaksana. No, i'm not a wise person. Tapi aku adalah pemimpi ulung yang akan menempatkan diriku pada posisi yang sama denganmu. Tak sama persis, namun aku cukup tau. Ketika hati dihujani jutaan rasa. Kagum, lalu rindu ,, hingga abu-abu,,, Someday you just wanna cry Duh Rabb...

Sometimes it’s too rain..

Sejak kapan aku menyukai hujan?? Ng.. mungkin sejak seorang sahabat (baca: musuh besar ) mengenalkanku pada hujan. Terlebih lagi ketika Bang Tere pernah menyinggung sebuah kalimat: “Orang yang membenci hujan adalah orang yang tak pernah membaca kitab-Nya”. No.. dulu aku bukan membenci hujan, tapi hanya panik tak beralasan. Aku takut kebanjiran. Apalagi bila hujan diiringi melodi petir dan geledek. Tambah ciutlah nyali ku. Bila malam tiba dan hujan turun seperti itu, maka aku akan terbangun dan mengendap-ngendap ke kamar mama-papa, tidur di bawah kaki mereka. ;) Cuaca kota kelahiranku tercinta, Ambon. Sejak Mei kemarin sepertinya hujan enggan berhenti, maka aku pun melanglang buana bersamanya. Hujan yang ritmis, hujan yang penuh, gerimis, rintik, hujan yang menari-nari. Bersama deadline yang sepertinya enggan menepi. Sometimes it’s too rain. Aku ditemani sisa-sisa hati, rindu yang tiba-tiba menyapa. Ngilu. Mellow. Perlahan. Kemudian terbentuk sebuah warna abu-abu. Kemana aku? Mu...

Keep Fight !!

Image
Belajar lagi. Hidup tak semudah itu kan?? Walau aturan mainnya sederhana saja. Apa yang kamu lakukan akan ada konsekuensinya. Baik. Buruk. Tanpa kecuali. Jika berpikir hanya dengan meminta (saja) semua hal akan kamu dapatkan, maka alangkah gampangnya hidup macam itu. Siapapun mau! Tanpa perlu susah payah. Tanpa perlu memecah keringat. #db Ramadhan #Day2 02.08.2011