Aku rindu padamu. Rindu jalan-jalan panjang. Rindu sepi. Rindu dedaunan gugur. Rindu malam-malam senyap. Rindu obrolan di pinggir pantai. Rindu lelah dan selonjoran di aula kosong. Rindu nyaman. Rindu pulang. Rindu... hanya rindu. Tak lebih.
Posts
Lapak Semesta #1
- Get link
- X
- Other Apps
Sebelumnya perkenalkanlah, kami adalah Agen Semesta. Kumpulan para pencinta aksara yang sedang belajar merangkai kata. Mencoba membuka jendela dunia bagi siapa saja. Bagi kami buku adalah sepenggal dunia yang mampu mengenalkan para pembacanya pada semesta, mengenal cerita baru tentang apa saja, bahkan mampu menjadi sebuah cerita tentang surga. Izinkan kami memberikan manfaat meski sedikit. Berbagi meski tak banyak. Bersuara meski serak. Kami hadir untuk menyatukan tiap beda menjadu padu pada kertas dan tinta. Dengan harapan, kelak kami bukanlah hanya seonggok daging yang diberi nama. Proudly present... Agen Semesta 1st event. LAPAK SEMESTA Lapangan Merdeka Ambon. Ahad, 23 November 2014. Pukul 16.00-18.30 WIT Lapak baca sederhana yang kami sediakan bagi para sahabat semesta. For Free :) Ajak tamang, sodara, tetangga, kenalan, nyong, nona samua untuk bergabung. Danke banyaaaa ^^ Fb: Sahabat Semesta Tw: @Sahabat_Semesta
Selamat Hari Lahir Lelaki Oktoberku
- Get link
- X
- Other Apps
Untuk dia yang mencintaiku dengan utuh. Seutuh rinduku padanya hari ini. Seutuh kenangan pada lebih dasawarsa silam. Untuk dia yang mencintaiku dengan tulus. Setulus peluh atas seluruh perjuangannya untukku. Setulus senyum di 13 tahun lalu. Untuk dia yang mencintaiku sejak pertama. Lelaki yang tak sempurna namun sempurna mencintaiku. Lelaki biasa yang cintanya membuatku merasa hebat. Lelaki yang dalam diamnya mencintaiku tanpa batas. Selamat hari lahir lelaki oktoberku. Lelaki yang membuatku jatuh cinta pertama kali dan berkali-kali. Semoga Allah senantiasa mencintaimu. Melapangkan tempat tinggalmu. Menerangi dengan cahaya-Nya. Hingga kelak kita berkumpul lagi di Firdaus-Nya, aku akan tetap menjadi perindumu. Peluk rindu, cahayamu ~ Nurul
lelaki oktober
- Get link
- X
- Other Apps
Tentangmu aku sanggup merangkai aksara, tapi ketika oktober datang, aksaraku hanya sampai pada satu kata. Rindu. Pada oktober kau buat jutaan kenangan. Bagaimana aku akan berhenti mengenang jika jutaan itu baru aku lalui di oktober yang ke-13 kali ini. Aku rindu untuk ke sekian kali, meski tak pernah aku bisikkan ke telingamu, aku rasa kamu tau tentang itu. Kamu selalu tau, meski di depanmu aku mengelak. Untuk lelaki oktoberku, yang membuatku jatuh cinta pertama kali dan berk ali-kali. Aku rindu, sungguh rindu... ~ Adakah rindumu untukku?
- Get link
- X
- Other Apps
“Karena kita beda. Aku benci kalimat itu.” “Kau ini, datang jauh-jauh hanya untuk mengomel.” “Kenapa beda itu jadi ukuran? Seolah-olah ada tembok. Semakin tinggi temboknya jika perbedaannya semakin banyak. Semakin gak boleh bersama.” “Kau lucu saat mengomel.” “Mengapa ukurannya harus sebanyak apa kesamaannya?” “kau tau bagaimana bentuk wajahmu saat mengomel?” “kenapa manusia menjadikan perbedaan sebagai pemisah?” “Matamu akan membesar, seluruh otot pipimu bergerak mengikuti irama ocehanmu, lalu sesekali wajahmu akan memerah saat kau menahan marah.” “kenapa dua orang yang berbeda harus berpisah?” “Meski sesungguhnya kau tak pernah benar-benar marah. Kau hanya seseorang yang selalu kritis akan sesuatu yang nampak tak nyaman dimatamu.” “Kenapa harus ada perbedaan?” “Dan kau tak akan berhenti bertanya sebelum aku mulai menjawab. Iya kan?” “Jawab saja pertanyaanku Mas...” “Dari sudut mana kau melihat perbedaan? Jika kau melihat perbedan sebagai pemisah, jurang d...