Daisy. Hujan. Langit. Malam. Perjalanan. Senja. Semesta.
|| Jika mimpimu tak mampu membuatmu semakin dekat dengan Allah, maka mungkin mimpimu tak sebesar itu.
Pinta
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Jika mimpimu tak mampu membuatmu semakin dekat dengan Allah, maka mungkin mimpimu tak sebesar itu.
Hari ini berasa komplit semuanya. Masuk kantor udah jam 08.54. Langsung nyalain computer dan printer. Tiba-tiba nongol kalimat “PAPER JAM”. Pusing dah tuh pagi-pagi. Setelah di install ulang. Di otak-atik. Ditonjok-tonjok. Baru ketahuan kalo yang nge’JAM’ bukan PAPERnya, tapi tulang ikan yang dititipan si tukis. Argh..gh…. sampe tulisan ini terbit juga si printer gak mau normal lagi. Masih aj PAPER JAMnya nongol. ERROR! #part1 Gak kehabisan akal dong, nyari master printer yang satu lagi. Nginstall. Alhamdulillah beres. Pas mau ngeprint malah gak mau dianya. ERROR lagi. Off. On. Off. On. Teteu….p #part2 Jadilah tuh status: punya 2 anak lagi ngambek. Yang satu malas makan, satunya lagi gak mau makan. Stress + gaje + gak nyambung Gara-gara printer, otak dan hati jadi ikutan error. Ya ampun… pada kenapa sih? Lagi pusing-pusingnya sama printer, Big Boss nongol di depan pintu. “Nu, data yang saya minta bikin-in mana?" Dalam hati ngoceh gak karuan, ken...
the book Baiklah. Ini bukan hobi baruku, namun sudah beberapa kali aku melakukannya. Menulis resensi atau lebih tepatnya menulis tentang hal-hal menarik tentang buku yang ku baca, tentang pelajaran yang ku ambil, tentang kisah yang berkaitan dengannya, tentang tokohnya, tentang alur ceritanya, tentang apa saja yang berkaitan dengan buku itu. Aku bukan penulis berbakat. Tentu saja. Namun aku menyadari, ternyata lebih mudah menulis daripada berbicara. Apalagi ditambah aku yang suka ciut nyali mendengar komentar negative orang lain. Uh! Mental kerupuk… ^^ Selamat pagi. Yang pasti aku menulis ini tidak saat pagi. Tapi buku yang kubaca kali ini memuat kalimat yang sama pada bab pertamanya. Selamat pagi. Untuk janji yang indah hari ini, untuk malam yang terlewati sebelumnya, untuk kisah dan harapan yang menggelayut diujung dedaunan. Tentang pagi bagiku. Kadang kala aku tak sempat mengucapkan selamat pagi. Sibuk dengan pikiranku yang melanglang buana. Menghembuskan nafas panjang mem...
Aku belajar pada mereka yang tertawa. Mereka memilih menertawakan masalah sebelum masalah menertawakan mereka. Karena saat itu masalah mampu menghilangkan tawa mereka. Mereka memilih menitipkan masalah melalui doa-doa. Karena doa-doa selalu melapangkan jalan keluar saat masalah sepertinya tak punya celah untuk keluar. Mereka memilih berbaik sangka pada masalah. Meski tentunya itu sulit. Karena dengan berbaik sangka mereka akan lebih mudah mengambil pelajaran dan bersyukur. Mereka memilih menjalani kesibukan-kesibukan. Sepi ditengah keramaian. Berbincang dengan angin tentang diri sendiri. Me time . Karena dengan begitu masalah akan lebih mudah dipahami dari sisi yang berbeda. Mereka memilih banyak ber muhasabah diri. Karena mungkin masalah adalah ajang ujian untuk naik kelas keimanan. Lalu mereka menjadi orang-orang yang banyak menebar tawa, banyak bersujud, banyak bersyukur, banyak ber tafakkur , banyak ber muhasabah . Aku belajar pada mereka yang seperti itu. Bukan...
laik this ^^
ReplyDelete