Posts

Selamat Datang Mei

Selamat datang yang terlambat.

Confession

You never see the way I looking to your eyes |  You never realise the love I feel inside |  Pain and sorrow than haunted me |  Cause words are left unsaid to you Sebenarnya bingung juga lagu ini dari siapa ke siapa. Iya kan? Pada akhirnya kalimat penutup kemarin hanyalah sebuah tanya. "Kenapa sekarang? Tak sedari dulu?" Kalau pertanyaan ini sebenarnya bukan buatmu, tapi buatku sendiri. Pada saat itu aku hanya yakin pada jawabanku. "Demi dirimu sendiri, jangan karena aku" Entah kau mengerti, entah tidak. Yang pasti kita berdebat tak penting lagi. Like always :') Pada satu titik, aku akhirnya merasa kehilanganmu. Merasa kehilangan seseorang yang ku ingin selalu ada tanpa perlu lelah merasa. Entah kamu? Aku merunduk lagi, meraba jawaban. Adakah aku salah? Untuk mencari pembenaran atas apa yang ku yakini sebagai jawaban terbaikku. Sesungguhnya setiap  perbuatan   tergantung niatnya.  Dan  sesungguhnya  setiap  orang  (aka...

tentang rindu

Hai Ri.... Aku merindukanmu belakangan ini. Tapi tak kunjung jemariku mengetik kalimat pesan pendek untuk mengobati rinduku. Aku rindu masa ketika kita menjadi bebas sebebas yang kita mau. Kita menjadi pelakon yang memainkan semua drama dengan alur yang kita ciptakan. Kita menjadi penikmat jalanan dengan pohon rindang dan terik matahari siang. Aku rindu Ri. Dan semakin rindu ketika ku tau. Jarak memisah dan waktu berlalu cepat. Tak ada lagi cerita tentang jalan panjang. Tak ada lagi kicauan tentang kehebatan dunia. Tak ada lagi diskusi tentang mimpi. Tak ada lagi cerita malam menjelang pagi tentang nostalgia masa SMA. Aku terlampau sibuk dengan rutinitasku. Dan kamu tenggelam dengan duniamu. Di sudut hati yang kita jalin, aku tau masih tetap ada namaku dalam doamu dan berbayang wajahmu dalam tengadah tanganku. Aku rindu.

To: D. Subject: Untold

Hai D. Apa kabar? Entahlah... (aku baru sadar kalau suka sekali menyebut kata yang satu ini. Entah) Kau tau, aku sedang bosan. Untuk yang kesekian kalinya. Aku bosan berbicara dengan siapapun, tapi apa mau dikata, aku bukan Nurul si pendiam :'D Aku juga bosan dengan rutinitas yang itu lagi, itu lagi. Aku bosan dengan segala rencana yang sudah aku buat. Aku bosan menulis, aku bosan merapal, aku bosan membaca. Dan pada akhirnya yang ada hanyalah aku butuh tempat untuk pulang, berdiam diri memeluk lutut di sudut kamar atau mungkin sambil menatap senja. Aku hanya ingin berhenti. Pada satu titik dimana aku bisa menikmati kembali dunia dan segala keruwetannya. Tanpa perlu merasa kehilangan diriku sendiri. Ya D. Aku ingin berhenti. Aku ingin me-reschedule kembali hidupku ke titik nol. Dimana aku masih mampu berhenti, menarik nafas, dan melangkahkan kaki kembali. Aku lelah D. Teramat lelah dengan diriku sendiri. Aku lelah menjadi takut. Aku lelah kehilangan pegangan. Dan hingga de...

Perjalanan yang akan berhenti pada saat kembali

Image
Suatu hari kamu akan berhenti. Berhenti pada dia yang membuat duniamu membeku hanya dengan menatap wajahnya. Berhenti pada dia yang akhirnya mengalihkan seluruh perhatianmu hanya untuk mengagumi senyumnya. Berhenti pada dia yang mampu membuatmu berikrar: "dengan dialah akan ku akhiri perjalanan pendek ini, dan ku mulai perjalanan panjang hingga akhirnya aku kembali"
Hari ini aku ingin pulang lebih cepat. Menemuimu, menanyakan kabarmu. Bolehkah? Sekali saja, aku menangis di pundakmu tanpa alasan. Hanya ingin menangis melepas semua lelah yang sudah aku endap sekian lama.

To: Wink. Subject: Rumah Baru

Image
Selamat atas rumah barumu. Sempat bertanya-tanya kenapa si Plain You itu benar-benar plain. Undangan BBM semalam dan sedikit penjelasan aneh itu cukup untuk membuat rinduku terobati. Iyaaaaaa.... gue rindu. Puas lo.... :p Kangen berat sama tulisan-tulisan anehmu itu. You are inspired Wink . Baca tulisanmu bikin otak jadi tiba-tiba punya jutaan kalimat untuk dituangkan. Bikin mood nulis balik lagi. Jadi kangen lagi nyampah di dunia maya, terlepas dari seringnya kita nyampah di Socmed. Sebenarnya tulisan ini dibuat untuk membalas tulisan yang judulnya pelarian itu. Kenapa pulak judulnya pelarian? Aku ini pemimpi Wink. Sejak dulu. Sejak aku menyukai matematika. Sejak aku memakai kacamata. Sejak aku mengenal cita-cita. Sejak aku masih berseragam putih-merah. Tapi aku ya aku. Pemimpi yang penakut. Kau tau kalau aku ini mudah sekali menangis untuk hal-hal bodoh. Dan belakangan aku memberanikan diri mengejar semua mimpi itu (lagi). Jika kau tanya gara-gara apa? Salah satunya gara-...