Posts

To: D. Subject: Untold

Hai D. Apa kabar? Entahlah... (aku baru sadar kalau suka sekali menyebut kata yang satu ini. Entah) Kau tau, aku sedang bosan. Untuk yang kesekian kalinya. Aku bosan berbicara dengan siapapun, tapi apa mau dikata, aku bukan Nurul si pendiam :'D Aku juga bosan dengan rutinitas yang itu lagi, itu lagi. Aku bosan dengan segala rencana yang sudah aku buat. Aku bosan menulis, aku bosan merapal, aku bosan membaca. Dan pada akhirnya yang ada hanyalah aku butuh tempat untuk pulang, berdiam diri memeluk lutut di sudut kamar atau mungkin sambil menatap senja. Aku hanya ingin berhenti. Pada satu titik dimana aku bisa menikmati kembali dunia dan segala keruwetannya. Tanpa perlu merasa kehilangan diriku sendiri. Ya D. Aku ingin berhenti. Aku ingin me-reschedule kembali hidupku ke titik nol. Dimana aku masih mampu berhenti, menarik nafas, dan melangkahkan kaki kembali. Aku lelah D. Teramat lelah dengan diriku sendiri. Aku lelah menjadi takut. Aku lelah kehilangan pegangan. Dan hingga de...

Perjalanan yang akan berhenti pada saat kembali

Image
Suatu hari kamu akan berhenti. Berhenti pada dia yang membuat duniamu membeku hanya dengan menatap wajahnya. Berhenti pada dia yang akhirnya mengalihkan seluruh perhatianmu hanya untuk mengagumi senyumnya. Berhenti pada dia yang mampu membuatmu berikrar: "dengan dialah akan ku akhiri perjalanan pendek ini, dan ku mulai perjalanan panjang hingga akhirnya aku kembali"
Hari ini aku ingin pulang lebih cepat. Menemuimu, menanyakan kabarmu. Bolehkah? Sekali saja, aku menangis di pundakmu tanpa alasan. Hanya ingin menangis melepas semua lelah yang sudah aku endap sekian lama.

To: Wink. Subject: Rumah Baru

Image
Selamat atas rumah barumu. Sempat bertanya-tanya kenapa si Plain You itu benar-benar plain. Undangan BBM semalam dan sedikit penjelasan aneh itu cukup untuk membuat rinduku terobati. Iyaaaaaa.... gue rindu. Puas lo.... :p Kangen berat sama tulisan-tulisan anehmu itu. You are inspired Wink . Baca tulisanmu bikin otak jadi tiba-tiba punya jutaan kalimat untuk dituangkan. Bikin mood nulis balik lagi. Jadi kangen lagi nyampah di dunia maya, terlepas dari seringnya kita nyampah di Socmed. Sebenarnya tulisan ini dibuat untuk membalas tulisan yang judulnya pelarian itu. Kenapa pulak judulnya pelarian? Aku ini pemimpi Wink. Sejak dulu. Sejak aku menyukai matematika. Sejak aku memakai kacamata. Sejak aku mengenal cita-cita. Sejak aku masih berseragam putih-merah. Tapi aku ya aku. Pemimpi yang penakut. Kau tau kalau aku ini mudah sekali menangis untuk hal-hal bodoh. Dan belakangan aku memberanikan diri mengejar semua mimpi itu (lagi). Jika kau tanya gara-gara apa? Salah satunya gara-...

Sepotong liburan yang tak direncanakan ;)

Image
And i found her... Sahabat yang terpisah sejak SMP yang ternyata sudah punya 2 anak dan merupakan kakak ipar-nya mb' Diah. Dunia sesempit daun kelor :D

Gemba, 29 Desember 2013, 10.00 WIBT

Image
Barakallahulaka wabaraka'alaika wa jamaah bainakuma fii khair.. Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. Cepet dapat momongan mb', biar kita-kita punya ponakan baru. Jangan lupain doain kita jg... ^^ uhibbukifillah... :* oh ya, jadzakillah untuk liburan kemarin. Untuk rumah, keluarga, sawah, sunset, sunrise, semangka, udara pagi, pokoknya semuanya... semuanya jadi liburan paling menyenangkan, bikin betah gak mau pulang, bikin pengen balik lagi... di tunggu kedatangannya di Ambon... ;) Mas Vian & Mb Diah Me, Ama Asni, Mas Vian & Mb Diah, Ama Nani, Ama Nia

Cahaya Bulan

akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui apakah kau masih selembut dahulu memintaku minum susu dan tidur yang lelap sambil membenarkan letak leher kemejaku kabut tipispun turun pelan-pelan di lembah kasih lembah Mandalawangi kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram meresapi belaian angin yang menjadi dingin apakah kau masih membelaiku semesra dahulu ketika kudekap, kau dekaplah lebih mesra lebih dekat apakah kau masih akan berkata ku dengar detak jantungmu kita begitu berbeda dalam semua kecuali dalam cinta cahaya bulan menusukku dengan ribuan pertanyaan yang takkan pernah ku tahu dimana jawaban itu bagai letusan berapi bangunkan ku dari mimpi sudah waktunya berdiri mencari jawaban kegelisahan hati Cahaya Bulan, Soe Hok Gie Aku ingin semua kembali seperti biasa. Aku, kamu, dia, kita. Kembali seperti dulu. Saat hari minggu ter...